TOCILIZUMAB DALAM PENGOBATAN COVID19

Penyakit COVID19 yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 pertama kali dideteksi di China, dan telah dideklarasi WHO sebagai pandemic global pada Maret 2020. Sampai saat ini di Indonesia sudah 160.165 yang terkonfirmasi positif COVID19, 37.812 dalam perawatan dan 6944 meninggal. (data tanggal 26 Agustus 2020).

Tocilizumab merupakan protein yang terbuat dari sel-sel imun spesifik (antibodi monoklonal), yang menghambat aktivitas protein tertentu (sitokin) berupa interleukin-6. Protein ini berperan dalam proses peradangan dalam tubuh dan penghambatan protein ini dapat mengurangi peradangan dalam tubuh Anda. Obat ini biasanya digunakan dalam penanganan artritis reumatoid, giant cell artritis, dan cytokine release syndrome. Di Indonesia, obat ini tersedia dalam bentuk larutan infus, vial dan alat suntik siap pakai.

Bagaimana tocilizumab untuk pengobatan covid19?

Dalam studi yang dilakukan oleh Kewan et all, Tocilizumab diberikan pada pasien COVID19 dengan hipoksia, infiltrate paru pada rontgen dada, peningkatan biomarker inflamasiĀ  (CRP > 3g/dl atau ferritin > 400ng/ ml),selain itu juga fokus pada gejala klinis pada pasien, dan ada kontraindikasi yang harus diperhatikan seperti suspek atau terkonfirmasi infeksi fungal, trombosit < 100.000/mm3 , hitung neutrofil < 2000/mm3 , dan ALT dan AST meningkat 5 kali lebih dari normal. Dosis yang telah ditentukan dari penelitian-penelitian sebelumnya untuk tocilizumab adalah 4 sampai 8 mg/ kg dengan dosis maksismum 400mg. Pada penelitian kohort ini digunakan dosis 8mg/kb dan pasien menerima 400 mg obat tocilizumab dalam 60 menit infus intravena. Hasilnya adalah proses penyembuhan yang lebih cepat di rumah sakit. Namun demikian, penelitian ini masih perlu dievaluasi kembali.

Referensi

  1. https://reference.medscape.com/drug/actemra-tocilizumab-999419
  2. http://pionas.pom.go.id/obat-baru/actemra-cairan-infus-20-mgml
  3. https://kawalcovid19.id/
  4. Kewan et al. Tocilizumab for treatment of patients with severe COVID-19: A retrospective cohort study. EClinical Medicine 24 (2020)100418.
  5. https://www.youtube.com/watch?v=LLOIhaVblKU

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.