TERAPI ANTIPLATELET PADA PASIEN JANTUNG

Penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Barat adalah penyakit kardiovaskular. Trombotik dan tromboemboli oklutik pembuluh darah aterosklerotik merupakan penyebab utama kejadian iskemik. Dari beberapa studi diketahui bahwa thrombus yang menyumbat pembuh darah arteri koroner banyak mengandung platelet, oleh sebab itu, obat antiplatelet dikembangkan sebagai terapi potensial dalam pencegahan dan pengelolaan thrombosis arteri.

Berikut mari kita bahas mengenai beberapa obat golongan antiplatelet:

a. Aspirin

Aspirin merupakan obat antiplatelet yang paling banyak dipelajari. Dari 100 studi randomized control trials pada pasien risiko tinggi, dapat diketahui bahwa aspirin mengurangi kematian akibat penyakit vaskular sebesar 15%. Mekanisme aksi dari aspirin adalah kemampuannya untuk menghambat secara permanen aktivitas COX prostaglandin H-synthase-1 dan prostaglandin H synthase-2 (juga disebut sebagai COX-1 dan COX-2). Aspirin diabsorbsi di bagian perut dan usus bagian atas. Plasma level memuncak 30-40 menit setelah konsumsi aspirin, dan penghambatan fungsi trombosit terbukti dalam satu jam. Namun sebaliknya, pada aspirin tablet salut enterik dibutuhkan 3-4 jam untuk mencapai puncak plasma level. Berikut adalah tabel dosis rendah aspirin untuk beberapa penyakit:

Penyakit Dosis rendah aspirin dalam dosis sehari-hari
Transient Ischemic Attack atau Stroke Iskemik 50 mg
Hipertensi 75 mg
Angina stabil 75 mg
Angina tidak stabil 75 mg
Stenosis arteri karotis yang parah 75 mg
Polisitemia vera 100 mg
Infark Miokard Akut 160 mg
Stroke Iskemik Akut 160 mg

b. Thienopyridine

  • Ticlopidine

Ticlopidine dapat diabsorbsi tubuh dengan cepat sebanyak 90%. Konsentrasi puncak plasma didapatkan pada 1 hingga 3 jam setelah dosis tunggal oral atau sekitar 250 mg. Dosis regimen standar untuk ticlopidine adalah 250mg.

  • Clopidogrel

Clopidogrel merupakan obat dengan bioavailibilitas >50%. Obat ini dimetabolisme di hati dengan bantuan enzim hepatic CYP450. Obat ini diekskresi melalui urin dan feses. Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh obat ini yaitu sakit kepala, mual, muntah, nyeri perut, diare, dan keluar darah dari hidung.

  • Prasugrel

Prasugrel cepat diserap setelah konsumsi oral dan cepat dikonversi untuk metabolit aktifnya, yang mencapai konsentrasi puncak dalam 30 menit setelah pemberian obat. Absorbsi obat ini tidak dipengaruhi oleh makanan.

  • Ticagrelor

Obat ini biasanya diberikan kombinasi bersama asetosal 75-100 mg untuk mencegah trombosis (kematian kardiovaskular, infark miokard dan stroke) pada pasien dengan sindrom koroner akut (ACS) [angina tidak stabil, infark miokard tanpa elevasi ST (NSTEMI) atau Infark miokard dengan elevasi ST (STEMI)] termasuk pasien dengan intervensi koroner perkutan (PCI) atau bedah bypass jantung (CABG). Kontraindikasi pemberian ticagrelor yaitu pasien dengan riwayat perdarahan intrakranial (ICH), perdarahan aktif seperti ulkus, hipersensitivitas. Efek samping pemberian obat ini adalah dispnea, perdarahan, sakit kepala, batuk, lemas, pusing, fibrilasi atrium, hipertensi, nyeri dada nonkardial, diare, nyeri punggung, hipotensi, fatigue, nyeri dada, peningkatan serum kreatinin, konstipasi, parastesia, hiperurisemia, vertigo.

Demikianlah beberapa obat-obatan antiplatelet pada artikel ini, apabila ada pertanyaan lebih lanjut silahkan untuk berkonsultasi dengan dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA

Referensi

  1. Behan M, Storey RF. Antiplatelet therapy in cardiovascular disease. 2004. Postgrad Med Journal; 80; 155-164.
  2. Eikelboom J et al. Antithrombotic Therapy and Prevention of Thrombosis, 9th ed: American College of Chest Physicians Evidence-Based Clinical Practice Guidelines. Journal of CHEST; 141; 2; p: 89-119.
  3. http://pionas.pom.go.id/monografi/
  4. https://reference.medscape.com/drug/plavix-clopidogrel-342141#90
  5. https://www.youtube.com/watch?v=d7RbjcRMDsk
  6. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601040.html#side-effects

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.