SKLERODERMA

DEFINISI

Skleroderma (sclerosis sistemik) adalah penyakit jaringan ikat yang tidak diketahui penyebabnya yang ditandai oleh fibrosis kulit dan organ visceral serta kelainan mikrovaskuler.

DIAGNOSIS

Pada tahun 2013 , American College of Rheumatology / European League Against Rheumatism (ACR/EULAR) menetapkan kriteria untuk klasifikasi scleroderma yang akan disebutkan pad atabel di bawah ini. Berdasarkan kriteria ini, diagnosis dapat ditegakkan apabila skor total pasien ≥ 9.

DIAGNOSIS BANDING

  • Nephrogenic Sistemik Fibrosis
  • Eosinophilic Fasciitis
  • Sindrom Eosinophilia-Myalgia
  • Reflex Sympathetic Dystrophy
  • Diabetic cheiroarthropathy
  • Porphyria cutanea tarda
  • Morphea
  • Linear scleroderma
  • Scleromyxedema

TATALAKSANA

Penatalaksanaan untuk penyakit ini tidak hanya pengobatan tetapi juga penyuluhan dan dukungan sosial. Pengobatan dapat dilakukan untuk menangani fenomena Raynaud, kelainan kulit, kelainan musculoskeletal, kelainan gastrointestinal, kelainan paru, dan kelainan ginjal. Apabila terdapat gangguan pada pembuluh darah pasien dengan scleroderma maka dapat dilakukan angiografi yang dilanjutkan dengan angioplasty, terutama dilihat dari faktor risiko pasien tersebut, seperti pasien yang merokok. Untuk konsultasi lebih lanju anda dapat menghubungi dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA.

KOMPLIKASI

Ulkus dan nodul pada kulit, kesulitan untuk membuka mulut, perdarahan saluran cerna, hipertensi pulmonal, obstruksi saluran cerna.

Referensi

  1. Alwi I et al. Penatalaksanaan di Bidang Ilmu Penyakit Dalam: Panduan Praktik Klinis. 2015.  Jakarta: Interna Publishing;p: 854-859
  2. https://emedicine.medscape.com/article/331864-differential
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11777765
  4. https://www.sruk.co.uk/scleroderma/scleroderma-getting-diagnosed/systemic-sclerosis-diagnosis/systemic-sclerosis-complications/
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12418443

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.