SESAK NAFAS

Saat ini negara kita sedang mengalami situasi darurat karena penyakit covid19 (mari dibaca artikel mengenai penyakit ini di http://drdonoantonosppdkkv.com/pneumonia-corona-virus-disease-covid-19/ ) . Salah satu gejala penyakit ini yang mengharuskan seseorang dibawa ke rumah sakit adalah sesak nafas. Mari kita bahas mengenai sesak nafas.
Sesak nafas adalah kesadaran abnormal dimana terdapat rasa tidak nyaman saat bernafas. Frekuensi pernafasan normal pada orang dewasa adalah 14-20 kali per menit. Sesak nafas ini terjadi karena tidak terpenuhinya kadar oksigen ke paru-paru kita. Berikut variasi dari dyspnea:
• Takipnea : Napas yang cepat
• Hiperpnea : Napas yang dalam
• Orthopnea : Sesak napas pada posisi tidur
• Platipnea : Sesak napas pada posisi tegak
• Trepopnea : Sesak napas pada posisi berbaring ke kiri/kanan

APA SAJA PENYEBAB SESAK NAFAS?
Banyak penyakit yang dapat menyebabkan sesak nafas, diantaranya adalah:

  • Penyakit Gagal Jantung

Gejala sesak nafas karena penyakit gagal jantung biasanya dipicu oleh aktivitas fisik karena kegagalan pompa jantung untuk mengkompensasi kebutuhan yang meningkat. Hal ini dikenal dengan istilah dysneu d’effort. Gejala sesak nafas yang timbul jika pasien tidur terlentang disebabkan ortopnu,  hal ini disebabkan edema paru interstisial yang tersebar ke paru bagian atas dan bawah pada posisi terlentang sehingga oksigenasi darah terganggu. Biasanya anda akan membutuhkan dua atau tiga bantal untuk mengurangi sesak nafas. Selain itu pada penyakit jantung terdapat gejala paroxysmal nocturnal dypneu (PND) yaitu sesak nafas berat yan membangunkan pasien dari tidurnya di malam hari.

  • Pneumonia Covid-19

Pada penyakit ini gejala sesak nafas biasanya diikuti demam dan batuk. Hal ini terjadi pada 2-14 hari setelah anda bepergian ke negara atau wilayah terjangkit maupun setelah anda kontak dengan pasien yang sudah dinyatakan positif virus corona. 

  • Asma

Sesak pada asma dapat menyebabkan pasien terbangun pada malam hari. Pasien asma umumnya mempunyai gejala sesak nafas disertai dengan mengi.

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Sesak pada PPOK biasanya disertai dengan mengi yang timbul pada saat bangun pagi.

  • Penyakit Jantung Miokarditis

Penyakit jantung miokarditis juga dapat menyebabkan sesak nafas. Saat pemeriksaan ekokardiografi maka akan tampak pembesaran jantung dan penurunan ejection fraction. Apabila miokarditis ini disebabkan oleh covid19 maka dapat diikuti dengan gejala diare.

BAGAIMANA PENANGANAN SESAK NAFAS AKUT?

Apabila Anda atau Keluarga Anda ada yang sesak , Anda harus segera ke Unit Gawat Darurat. Anda akan diperiksa saturasi oksigen, lalu dievaluasi penyebab lebih lanjut dan diberikan terapi sesuai penyebab penyakit.

Referensi

  1. Setiati S et all. 2017. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis Komprehensif. Jakarta: Interna publishing.
  2. Guttikonda et all. 2018. Approach to undifferentiated dyspnea in emergency department: aids in rapid clinical decision-making. International Journal of Emergency Medicine. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5884754/pdf/12245_2018_Article_181.pdf
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK357/
  4. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html
  5. https://www.youtube.com/watch?v=mFJVmypySk0
  6. Hu et all. 2020. Coronavirus Fulminant Myocarditis Saved With Glucocorticoid and Human Immunoglobulin. European Society of Cardiology Cardiovascular Flashlight; p:1.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.