PERLUKAH TAMBAHAN VITAMIN C DI MASA PANDEMI COVID19 ???

Vitamin adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk berbagai proses biokimia dan fisiologis dalam tubuh. Vitamin diklasifikasikan berdasarkan kelarutannya,  vitamin yang larut dalam air (vitamin C dan B kompleks ) dan vitamin yang larut lemak (vitamin A, D, E, K). Vitamin C yang disebut juga dengan asam askorbat. Vitamin ini ditemukan pada tahun 1923. Vitamin C berfungsi dalam pengaktifan enzim, mengurangi stress oksidatif, dan meningkatkan fungsi imun tubuh. Oleh karena itu, vitamin C sangat bermanfaat dalam pencegahan penyakit flu, dan penyakit kardiovaskular.

Bagaimana Sih Peran Vitamin C dalam Pencegahan Flu?

Vitamin C dianggap mengurangi durasi dan tingkat keparahan gejala flu dengan meningkatkan respons imun dan dengan berfungsi sebagai antihistamin. Peningkatan konsentrasi vitamin C di lapisan saluran pernapasan, bisa memberikan perlindungan antioksidan dengan cepat ke jaringan paru-paru dan melemahkan stres oksidatif di saluran pernafasan. Pada penelitian di populasi Jepang, suplementasi harian vitamin C 500mg/hari mengurangi flu 20% dalam 3 tahun. 

Trus Bagaimana Peran Vitamin C dalam Pencegahan Penyakit Kardiovaskular?

Vitamin C diduga dapat mencegah penyakit kardiovaskular dengan mencegah perubahan oksidatif menjadi LDL. Selain itu, vitamin C telah terbukti mengurangi adhesi monosit ke endotelium sehingga mengurangi terjadinya atherosclerosis. Studi juga menunjukkan bahwa vitamin C dapat mencegah apoptosis sel otot polos pembuluh darah, yang membantu plak di pembuluh darah menjadi lebih stabil jika atherosclerosis sudah terjadi.

Kemudian Bagaimana Peran Vitamin C Dalam COVID19?

Karena tidak adanya terapi spesifik untuk covid19, maka terapi tambahan berupa vitamin C dosis tinggi dapat dipertimbangkan. Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa vitamin C dapat mempengaruhi sistem imun tubuh, seperti fungsi fagosit, produksi limfosit T, dan interferon.  Studi juga menunjukkan bahwa pada tiga orang pasien covid19 yang mendapatkan terapi vitamin C mempunyai tingkat pneumonia yang lebih rendah.

Kebutuhan vitamin C harian kita adalah kurang lebih 90mg. Apabila mengkonsumsi vitamin C dosis sangat tinggi selama beberapa lama maka bisa meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi vitamin C dalam bentuk buah-buahan saja ya selama masa pandemi ini agar kita menjadi lebih sehat.

Referensi

  1. Chambial S et al. Vitamin C in Disease Prevention and Cure: An Overview. Ind J Clin Biochem (Oct-Dec 2013) 28(4):314–328.
  2. Schlueter A et al. Vitamin C: Overview and Update. 2011. Journal of Evidence-BasedComplementary & Alternative Medicine; 16(1);p:  49-57.
  3. Moser MA, Chun OK. Vitamin C and Heart Health: A Review Based on Findings from Epidemiologic Studies. Int J Mol Sci. 2016;17(8):1328. Published 2016 Aug 12. doi:10.3390/ijms17081328
  4. Hemilä H. Vitamin C and SARS coronavirus. J Antimicrob Chemother. 2003;52(6):1049–1050. doi:10.1093/jac/dkh002
  5. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jmv.25707

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.