Penyakit Jantung Pada Kehamilan

Pada saat kita hamil maka akan terjadi perubahan dalam tubuh kita. Kehamilan memicu perubahan dalam sistem kardiovaskular untuk memenuhi peningkatan metabolisme ibu dan janin. Volume plasma dan cardiac output (CO) mencapai maksimum 40-50% di atas rata-rata pada usia kehamilan 32 minggu, peningkatan ini 75% terjadi pada akhir trimester pertama. Ukuran atrium dan ventrikel juga meningkat pada kehamilan. Pada wanita dengan penyakit jantung, ventrikel kiri dan ventrikel kanan beradaptasi dengan kehamilan dan bisa menjadi suboptimal. Disfungsi jantung ibu berhubungan dengan gangguan aliran uteroplasenta yang menyebabkan gangguan pada janin.

Bagaimana mendiagnosis penyakit jantung pada kehamilan?

Selama kehamilan mungkin lebih sulit untuk mendiagnosis gagal jantung, misalnya,karena perubahan fisiologis yang terjadi selama kehamilan. Namun demikian, banyak gangguan dapat diidentifikasi dengan anamnesis yang cermat dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh. Elektrokardiografi, ekokardiografi, foto thoraks, dan kateterisasi dapat dilakukan pada pasien yang sedang hamil sesuai dengan indikasi. Hasil pemeriksaan akan disesuaikan dengan perubahan yang terjadi selama proses kehamilan.

Berikut ini akan kita bahas mengenai :

Prolaps Katup Mitral (Mitral Valve Prolaps/MVP)

MVP didefinisikan sebagai prolapse satu atau kedua katup mitral dengan minimal 2 mm di luar axis dengan atau tanpa penebalan mitral. Gejala penyakit ini bervariasi seperti pusing, palpitasi atau denyut jantung yang lebih cepat dari biasanya dan pingsan. Diagnosis penyakit ini biasanya dilakukan dengan ekokardiografi karena saat pemeriksaan fisik sering tidak terdengar bunyi murmur sistolik.

mvp

Hipertensi Pulmonal (PH)

Hipertensi pulmonal merupakan penyakit yang dikarenakan penyempitan pembuluh darah pada paru-paru, yang sering menyebabkan gagal jantung kanan. Kehamilan dengan wanita yang mempunyai hipertensi pulmonal diketahui mencapai angka yang tinggi 30-56%. Gejala hipertensi pulmonal meliputi nyeri dada, batuk, dan sesak napas. Apabila pasien sudah terkena gagal jantung kanan kemungkinan juga akan terjadi pembengkakan ekstremitas bawah, pusing atau pingsan. Pemeriksaan standar baku emas untuk penyakit ini adalah dengan kateterisasi jantung kanan yang akan didapatkan peningkatan PAP ≥ 25 mmhg.

Selain itu, masih ada bebera penyakit jantung lainnya yang dapat membahayakan ibu dan janin.

PHheartCDC

Bagaimana Apabila Ibu Hamil Sudah Terdiagnosis Dengan Penyakit Jantung?

Induksi pada persalinan harus dipertimbangkan pada usia kehamilan 40minggu, untuk mengurangi resiko operasi emergency SC 12%. Namun demikian, hal ini bisa terjadi lebih cepat karena mempertimbangkan keadaan jantung ibu, evaluasi obstetrik, kesehatan janin, dan kematangan paru janin.

Konsultasi lebih lanjut diperlukan pada kehamilan dengan penyakit jantung.

Referensi

  1. Zagrosek et al. 2018 ESC Guidelines for the management of cardiovascular diseases during pregnancy. European Heart Journal (2018) 39, 3165–3241.
  2. Yuan SM dan Yan S. Mitral Valve Prolapse in Pregnancy. Braz J Cardiovasc Surg 2016;31(2):158-62.
  3. Thomas E et al. Pulmonary Hypertension and Pregnancy Outcomes: Insights From the National Inpatient Sample. J Am Heart Assoc. (2017), 1-11.
  4. Marcus et al. Pulmonary Hypertension in Pregnancy: Critical Care Management. Journal of Pulmonary Medicine; 2012, 1-9.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.