OSTEOPOROSIS

Definisi

Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh compromised bone strength sehingga tulang mudah patah. Osteoporosis merupakan penyakit dengan etiologi yang multifaktorial. Umur dan densitas tulang merupakan faktor risiko osteoporosis yang berhubungan erat dengan risiko terjadinya fraktur osteoporotik.

Apa saja keluhan penderita osteoporosis?

Seringkali pasien tidak disertai keluhan sampai timbul fraktur. Apabila sudah terjadi fraktur maka akan memberikan gejala sesuai lokasi fraktur (leher, femur/paha, vertebra torakal dan lumbal/punggung dan bagian di dekat tulang ekor, dan distal radius/ pergelangan tangan) misalnya nyeri pinggang bawah, penurunan tinggi badan, kifosis (kelainan pada tulang belakang, di mana bentuk tulang belakang bagian atas terlalu bengkok atau melengkung ke belakang). 

Pemeriksaan fisik apa saja yang diperlukan?

  • Keadaan umum, tinggi dan berat badan, gaya berjalan, deformitas tulang, leg-length inequality
  • Evaluasi gigi geligi
  • Tanda-tanda goiter, atau adanya jaringan parut pada leher dapat menandakan riwayat operasi tiroid
  • Protuberansia abdomen yang dapat disebabkan kifosis
  • Kifosis dorsal, spasme otot paravertebral
  • Nyeri tulang atau deformitas yang disebabkan oleh fraktur
  • Kulit yang tipis ( tanda McConkey )

Pemeriksaan penunjang apa saja yang dibutuhkan untuk mendiagnosis osteoporosis?

  • Foto Polos
  • Dual Energy X-Ray Absorptiometry (DXA) untuk mengukur Bone Mineral Density (BMD)
    • Pada wanita postmenopause dan laki-laki ≥50 tahun tanpa adanya fraktur patologis menggunakan T-score:
      • Nilai T-score ≥-1 dikatakan normal
      • Nilai T-score -1 sampai dengan -2,5 dikatakan osteopenia
      • Nilai T-score ≤-2,5 dikatakan osteoporosis
    • Pada wanita premenopause dan laki-laki< 50 tahun, dan anak-anak menggunakan Z-score:
      • Nilai Z-score > -2 dikatakan within expected range for age
      • Nilai Z-score ≤ -2 dikatakan low BMD for chronogical age
  • Petanda biokimia tulang: Pemeriksaan ini ditujukan untuk menilai turnover tulang.

Bagaimana Penatalaksanaannya?

Pada pasien osteoporosis latihan dimulai dengan latihan tanpa beban, kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai latihan beban yang adekuat. Selain itu, memenuhi kebutuhan kalsium > 1200mg/hari dan vitamin D 800-1000 U/hari, serta mendapat paparan sinar matahari yang cukup. Tatalaksana farmakologi dan pembedahan dapat dikonsultasikan lebih lanjut pada dokter spesialis penyakit dlam dan dokter bedah orthopedi.

Apa Komplikasi Osteoporosis?

Banyak sekali komplikasi osteoporosis, diantaranya adalah nyeri punggung, terjadinya kelainan tulang belakang, dan terjadinya fraktur.

Referensi

  1. Alwi I et al. 2019. Pentalaksanaan Di Bidang Ilmu Penyakit Dalam : Panduan Praktik Klinis. Jakarta: Interna Publishing,p: 836-841
  2. Varacallo MA, Fox EJ. Osteoporosis and its complications. Med Clin North Am. 2014 Jul;98(4):817-31, xii-xiii. doi: 10.1016/j.mcna.2014.03.007. Epub 2014 May 9. PMID: 24994054.
  3. https://www.youtube.com/watch?v=jUQ_tt_zJDo

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.