HIPERTENSI DAN COVID19

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik dimana peningkatan terjadi jika tekanan darah sistolik di atas 120mmHG dan tekanan darah diastolik di atas 80 mmHg. Tekanan darah seseorang termasuk hipertensi stage 1 jika tekanan darah sistolik 130-139 mmHg atau tekanan darah diastolik 80-89 mmHg. Tekanan darah dikategorikan dalam hipertensi stage 2 apabila tekanan darah sistoliknya ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastoliknya ≥ 90 mmHg.
COVID19 adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus corona. Sebagian besar orang yang terinfeksi virus COVID19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis mendasar seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker mempunyai prognosis yang lebih buruk.
Laporan awal dari China mencatat bahwa hipertensi adalah salah satu komorbiditas yang paling umum (20-30% kasus) terkait dengan kebutuhan akan dukungan ventilator karena komplikasi pernapasan yang parah akibat infeksi COVID19. Analisis ini tidak menyesuaikan usia, yang penting karena hipertensi sangat umum pada orang tua ( lebih dari 50% pada orang berusia di atas 60 tahun adalah hipertensi) dan prevalensi hipertensi meningkat tajam pada orang yang sangat tua.
Pengobatan hipertensi yang direkomendasikan untuk kebanyakan pasien adalah kombinasi ACE Inhibitor atau ARB dengan calcium channel blocker (CCB) atau thiazide seperti diuretik. Sampai saat ini,belum ada penelitian pada manusia yang menunjukkan hubungan independen antara penggunaan blocker RAS dan pengembangan komplikasi yang parah pada infeksi COVID19, setelah penyesuaian usia dan komorbiditas lainnya. Namun demikian, anda bila mempunyai penyakit hipertensi hars berkonsultasi dengan dokter anda. Konsultasikan penyakit hipertensi anda menggunakan telemedicine agar kunjungan ke fasilitas kessheatan berkurang sehingga resiko anda terkena COVID19 juga berkurang.
Pada pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit dan mempunyai COVID19 harus dilihat apakah mempunyai hipertrofi ventrikel dan aritmia terutama saat mereka mengalami hipoksia. APabila anda bekerja sebagai dokter umum di rumah sakit dan mendapatkan pasien COVID19 dengan hipertensi jangan lupa langsung konsulkan dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Referensi

  1. Whelton et al. 2018. The 2018 European Society of Cardiology/European Society of Hypertension and 2017 American College of Cardiology/American Heart Association Blood Pressure Guidelines. Jama, vol 32 volume 320, number 17, p: 1749-1750
  2. https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
  3. The European Society for Cardiology. ESC Guidance for the Diagnosis and Management of CV Disease during the COVID-19 Pandemic. https://www.escardio.org/Education/COVID-19-and-Cardiology/ESCCOVID-19-Guidance. (Last update: 28 May 2020)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.