Happy Hypoxia

Pada Desember 2019, ditemukan penyakit pneumonia yang belum teridentifikasi diWuhan, China. Saat ini kita kenal sebagai penyakit COVID 19. Pandemi COVID19 telah menjadi krisis secara global. Penderita psoitif COVID19 saat ini menurut WHO (World Health Organization) berjumlah 28.040.853 dengan jumlah kematian 906.092. Di Indonesia, jumlah penderita positif COVID19 yaitu 210.940 dengan total kematian 8544 jiwa. Akhir-akhir ini kita mendengar mengenai happy hypoxia. Apa sih maksudnya? Mari kita bahas lebih lanjut.


Happy hypoxia merupakan keadaan dimana seseorang mempunyai kadar oksigen di dalam tubuh yang rendah tetapi tidak menunjukkan gejala sesak nafas. Normalnya kadar oksigen dalam darah yaitu sekitar lebih dari 95%. Ketika kadar oksigen di dalam darah berkurang hingga di bawah angka tersebut, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. Kondisi ini disebut hipoksemia atau hipoksia.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoksia adalah:

  1. Penyakit paru
  2. Gangguan pada jantung
  3. Anemia

Mekanisme sederhana mengapa happy hypoxia bisa muncul adalah sebagai berikut:

  • Terjadi shunt dari kanan ke kiri
  • Tidak ada dead space yang berlebihan pada paru
  • Resistensi paru-paru baik

Penanganan happy hypoxia tentu harus dilaiukan oleh dokter yang. Jadi, apabila Anda merasakan gejala dari COVID19 sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Referensi

  1. Dhont et al. The pathophysiology of ‘happy’ hypoxemia in COVID-19. 2020. Journal of Respirator Research; vol 21: 198.
  2. https://covid19.who.int/ (diakses tanggal 12 September 2020)
  3. https://kawalcovid19.id/ (diakses tanggal 12 September 2020)
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7362604/
  5. Tobin et al. Why COVID-19 Silent Hypoxemia Is Baffling to Physicians. 2020. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine Volume 202 Number 3. s DOI: 10.1164/rccm.202006-2157CP
  6. https://emcrit.org/pulmcrit/happy-hypoxemia-physiology/

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.