PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Penyakit ini juga merupakan penyebab utama kecacatan. Ada banyak hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal itu disebut faktor risiko. Beberapa dari faktor resiko tidak dapat mengendalikan, tetapi ada banyak yang dapat Anda kontrol. Mari kita cegah penyakit jantung.

Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Jantung?

  1. Usia

Risiko penyakit jantung akan semakin bertambah seiring dengan perjalanan usia. Pria berusia 45 tahun ke atas dan wanita berusia 55 tahun ke atas berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

  • Jenis kelamin

Wanita lebih berisiko dalam terkena penyakit jantung daripada pria.

  • Ras

Pada orang Asia, Asia timur lebih rendah berisiko terkena penyakt jantung dibandingkan dengan Asia Selatan.

  • Riwayat Penyakit Dalam Keluarga

Anda akan mempunyai risiko yang lebih tinggi jika di keluarga ada yang mempunyai penyakit jantung

Apa Yang Harus Saya Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Jantung?

Hal yang sederhana yang dapat kita mulai adalah dengan mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup yang sehat.

Stop Merokok

Rokok merokok meningkatkan tekanan darah Anda dan menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi untuk serangan jantung dan stroke. Jika Anda tidak merokok, jangan mulai. Jika Anda merokok, berhenti merokok akan menurunkan risiko penyakit jantung

Diet

Target diet untuk menghindari penyakit kardiovaskular adalah:

  • Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian dua sampai 3 porsi dalam satu hari
  • Kurangi konsumsi lemak jenuh hingga <10% per hari
  • Gunakan minyak sayur dalam memasak
  • Batasi konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari
  • Konsumsi satu hingga dua porsi ikan dalam satu minggu
  • Jangan memakan daging olahan, batasi konsumsi daging hanya dua sampai tiga kali dalam seminggu
  • Kurangi intake sodium sehingga hanya mengunakan garam <5gram per hari
  • Jika anda pengkonsumsi alcohol, batas hanya minum 2 gelas alcohol untuk laki-laki per hari dan satu gelas alcohol untuk perempuan

Aktivitas Fisik

Untuk mecegah penyakit jantung tidak pelru aktivitas fisik yang berat. Anda dapat melakukan aktivitas fisik aerobic sedang seperti berjalan cepat selama 2,5 jam setiap minggunya atau dapat juga melakukan aktivitas fisik aerobic tingkat tinggi seperti joggingselama 75 menit setiap minggunya. Selain itu, selama 2 hari dalam 1 minggu anda perlu melakukan aktivitas untuk menguatkan otot kaki, pinggul, perut, bahu, dada, dan lengan.

Referensi

  1. https://www.escardio.org/Journals/E-Journal-of-Cardiology-Practice/Volume-15/prevention-of-cardiovascular-disease-recent-achievements-and-remaining-challeng
  2. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/how-to-help-prevent-heart-disease-at-any-age
  3. https://medlineplus.gov/howtopreventheartdisease.html

PENYAKIT JANTUNG AKIBAT HIPERTENSI (HYPERTENSIVE HEART DIASEASE / HHD)

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena terkait dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Peningkatan tekanan darah   yang berkepanjangan menyebabkan berbagai perubahan dalam struktur miokard, pembuluh darah koroner, dan sistem konduksi jantung, yang secara kolektif dikenal sebagai penyakit jantung akibat hipertensi (HHD)

APA SAJA PENYEBAB PENYAKIT INI?

Penyebab dari penyakit jantung akibat hipertensi (HHD) adalah interaksi yang kompleks dari berbagai faktor hemodinamik, structural, neuroendokrin, seluler, dan molekuler. Obesitas juga dikaitkan dengan hipertensi dan hipertrofi ventrikel kiri dalam berbagai studi epidemiologi, karena sebanyak 50% penderita obesitas memiliki beberapa tingkat hipertensi dan sebanyak 60-70% pasien dengan hipertensi mengalami obesitas.

zhc0031191130001

APAKAH ANDA MENGALAMI PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSI/ HHD?

Anamnesis dan pemeriksaan fisik merupakan komponen penting dari manajemen penyakit jantung hipertensi karena sebagian besar pasien dengan hipertensi tidak memiliki gejala sampai akhir ketika komplikasi muncul. Pasien dengan hipertrofi ventrikel kiri tidak menunjukkan gejala; Namun, hipertrofi ventrikel kiri dapat menyebabkan nyeri dada  karena meningkatnya kebutuhan oksigen yang dibutuhkan oleh miokardiosit yang hipertrofi. Pasien dapat mengalami nyeri dada saat aktivitas karena angina atau penyakit arteri koroner. Beberapa pasien pada awalnya mungkin mengalami sesak napas dalam keadaan gagal jantung dekompensasi akut. Pasien hipertensi beresiko untuk mengalami fibrilasi atrium. Pasien dapat mengalami anomali konduksi yang dapat disertai dengan palpitasi (rasa berdebar-debar), stroke, pusing, sinkop (pingsan), atau bahkan kematian karena jantung mendadak. Hal-hal yang dapat ditemukan saat dilakukan pemeriksaan fisik adalah terdapatnya bunyi jantung tambahan s3 dan s4. Pemeriksaan penunjang utama yang direkomendasikan adalah pemeriksaan EKG. Dengan pemeriksaan EKG dapat diketahui adanya hipertrofi ventrikel, deviasi axis jantung ke kiri, dan abnormalitas konduksi. Pemeriksaan ekokardiogram tidak disarankan untuk pemeriksaan rutin tetapi dapat menjadi pemeriksaan apabila pasien dicurigai mempunyai penyakit gagal jantung.

 

BAGAIMANA JIKA ANDA TERKENA PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSI/ HHD?

Penatalaksanaan penyakit ini hampir sama dengan penyakit hipertensi ada umumnya, seperti:

  • Diuretic thiazide yang direkomendasikan pada hipertensi yang persisten.
  • Angiotensin-converting enzyme inhibitors/ angiotensin receptor blocker (ACE-inhibitor maupun ARB) merupakan penatalaksaan utama pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes atau dengan penyakit gagal ginjal.
  • Obat antihipertensi golongan Calcium Channel Blocker (CCB) merupakan terapi utama pada hipertensi.
  • Beta blocker digunakan pada pasien dengan gagal jantung, penyakit jantung iskemik, maupun atrial fibrilasi.
  • Vasodilator seperti hydralazine hanya digunakan jika dua atau lebih antihipertensi tidak menurunkan tekanan darah pasien.

REFERENSI

  1. Drazner M. 2011. The Progression of Hypertensive Heart Disease. Journal of Circulation AHA, p:1-8.
  2. Georgipooulou V et al. 2010. Prevention, Diagnosis, and Treatment of Hypertensive Heart Disease. Cardiol Clin 28 , p: 675–691.
  3. https://emedicine.medscape.com/article/162449-overview#a2
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539800/
  5. https://www.youtube.com/watch?v=m4MF7o2z2vs

TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implantation)

Definisi

Transcatheter Aortic Valve Implantation  adalah tindakan invasif yang minimal untuk memperbaiki katup jantung tanpa melepaskan katup lama yang telah rusak.

Indikasi

TAVI diindikasikan pada pasien dengan gejala stenosis aorta yang parah dan tidak cocok untuk tindakan aortic valve replacement, memiliki harpaan hidup yang lebih dari 1 tahun, dan keinginan pasien untuk meningkatkan kualitas hidup yang tinggi.

Kontraindikasi

Kontraindikasi tindakan TAVI adalah :

  • Usia harapan hidup kurang dari 12 bulan dengan penyebab non kardiak
  • Infark miokard dalam 30 hari terakhir
  • Kardiomiopati hipertrofik
  • Fraksi ejeksi ventrikel kiri kurang dari 20%
  • Hipertensi pulmonal yang berat dengan disfungsi ventrikel kanan
  • Pada ekokardiografi ditemukan massa intrakardiak
  • Pada pemeriksaan MRI diketahui mengalami stroke atau transcient ishchemic attack dalam 6 bulan terakhir
  • Gagal ginjal kronik stadium akhir
  • Regurgitasi mitral berat.

Keuntungan

  • Meningkatkan angka kelangsungan hidup bila dibandingkan dengan terapi medis
  • Peningkatan kualitas hidup
  • Tindakan ini lebih tidak invasive dibandingkan dengan operasi jantung
  • Pendekatan transapikal memungkinkan akses langsung ke jantung, terutama untuk pasien dengan penyakit vaskuler perifer yang berat, yang membatasi akses melalui pembuluh darah pada paha

Risiko

Komplikasi potensial yang akan terjadi jika pasien dilakukan tindakan ini yaitu:

  • Perdarahan dan pembekuan darah pada tempat insisi
  • Stroke dan infark miokard
  • Efusi/ Perikardial tamponade (pengumpulan cairan/darah di sekitar jantung)
  • Risiko lainnya seperti infeksi, dan kerusakan pembuluh darah pada paha, arteri femoralis
  • Kematian

WhatsApp Image 2019-05-10 at 8.28.38 PMWhatsApp Image 2019-06-07 at 12.56.05 AM (1)

Referensi

  1. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-valve-problems-and-disease/understanding-your-heart-valve-treatment-options/what-is-tavr
  2. https://www.escardio.org/Journals/E-Journal-of-Cardiology-Practice/Volume-14/transcatheter-aortic-valve-implantation-indications
  3. Munkholm-Larsen S, Croce B, Harris R. TAVI: Transcatheter Aortic Valve Implantation. Ann Cardiothorac Surg. 2012;1(2):263. doi:10.3978/j.issn.2225-319X.2012.07.09

PLANTAR FASCITIS

DEFINISI

Plantar fasciitis biasanya disebut juga nyeri plantar tumit, sindrom taji tumit, atau sindrom nyeri tumit.

 

EPIDEMIOLOGI

Plantar fasciitis menyumbang 80% dari kasus nyeri tumit. 10% dari populasi umum akan mengalami setidaknya sekali seumur hidup mereka. Penyakit ini tidak dipengaruhi berdasarkan usia atau jenis kelamin.

 

PENYEBAB

Meskipun etiologinya tidak jelas, ada varietas dari berbagai data tentang faktor-faktor risiko yang diusulkan:

  1. Beban berat tiba-tiba yang berlebihan pada kaki karena obesitas atau kehamilan.
  2. Artritis peradangan seperti rheumatoid arthritis (RA) dan spondyloarthropathy.
  3. Diabetes Mellitus
  4. Hipotiroidism
  5. Osteoartritis

GEJALA

Rasa sakit menusuk di bagian bawah kaki Anda di dekat tumit. Rasa sakit biasanya yang terburuk dengan beberapa langkah pertama setelah bangun, meskipun juga dapat dipicu oleh berdiri lama atau bangkit dari duduk. Rasa sakit biasanya lebih buruk setelah berolahraga, bukan selama itu.

 

TATALAKSANA

  1. Tatalaksana Konservatif

Langkah-langkah ini, yang harus menjadi upaya perawatan awal, termasuk istirahat atau modifikasi aktivitas kaki yang terkena untuk memberikan waktu untuk penyembuhan. Pilihan lain adalah mengoleskan es langsung ke kaki untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit yang terkait.

  1. Strecthing

Tatalaksana ini merupakan tatalaksana yang banyak diminati karena murah dan mudah dilakukan. Stretching atau peregangan biasanya dilakukan pada fascia plantar dan tendon Achilles.

  1. Orthotic dan Splint pada Malam Hari

Pemakaian orthotic insoles pada sepatu dan penggunaan splint membantu dalam mengurangi nyeri pada penderita penyakit ini.

  1. Injeksi Plantar

Injeksi kortikosteroid merupakan hal yang paling popular dalam penanganan plantar fasciitis. Namun, hal ini biasanya hanya menahan nyeri selama kurang lebih 1 bulan. Selain itu, terdapat juga injeksi platelet rich plasma.

  1. ESWT (Extracorporeal Shock Wave Theraphy)

Dalam perawatan ini, gelombang suara berenergi tinggi menghasilkan cedera yang mencetuskan neovaskularisasi dan penyembuhan dengan faktor pertumbuhan lokal.

  1. Terapi Radiasi

Terapi ini mengurangi mediator inflammasi dan juga mengurangi nyeri

  1. Operatif

Pertimbangkan untuk terai operatif jika selama 6-12 bulan terapi lainnya tidak membuat keluhan berkurang.

Referensi

  1. Attar S. Plantar Fasciitis: A Review Article. 2012. Saudi Journal of Internal Medicine; vol 2; 1; p: 13-17.
  2. https://journals.lww.com/jaapa/Fulltext/2018/01000/Plantar_fasciitis__A_review_of_treatments.4.aspx
  3. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plantar-fasciitis/symptoms-causes/syc-20354846
  4. https://www.youtube.com/watch?v=GfVZ_j2or3U

PENYAKIT JANTUNG FUNGSIONAL

Apa itu Penyakit Jantung Fungsional?

Neurosis kardiak adalah kelainan dengan keluhan seperti penyakit jantung tanpa disertai kelainan organik. Etiologi berhubungan dengan keadaan psikiatri, paling sering disebabkan ansietas, atau biasanya berhubungan dengan depresi aktif dan tidak jarang dengan gejala histerik. Penyakit ini mempunyai beberapa sebutan yakni cardiac phobia, cardiac anxiety disorder, dan somatoform autonomous functional disorders of the cardiovascular system.

Apa Saja Gejala Yang Akan Dirasakan Penderitanya?

  1. Nyeri dada yang menyerupai angina pektoris, biasanya dicetuskan oleh suatu stressor tertentu
  2. Berdebar-debar/ palpitasi, sesak nafas, nafas terasa berat
  3. Keluhan vegetatif: tremor, sakit kepala, tidak bisa tidur
  4. Keluhan psikis: rasa takut, risau/was-was, gelisah
  5. Keluhan-keluhan umum lainnya seperti pandangan mata gelap, berkunang-kunang

 

Bagaimana Penatalaksanaannya?

Penatalaksanaan non-farmakologis

  1. Memberikan edukasi dan bimbingan, menjelaskan tentang gejala yang timbul dengan tepat tanpa menakuti pasien, meluruskan pola pikir pasien yang salah tentang penyakit jantung
  2. Terapi kognitif dan perilaku

 

Penatalaksanaan farmakologis

  1. Analgetik untuk penghilang rasa nyeri
  2. Beta bloker seperti bisoprolol
  3. Psikotropik seperti diazepam
  4. Terapa simptomatik lainnya

 

Apa Saja Komplikasi Dari Penyakit Jantung Fungsional?

  1. Pada pasien usia tua dengan faktor risiko dapat menimbulkan penyakit jantung organic
  2. Merasa memiliki penyakit jantung sehingga membatasi aktivitas sehari-hari
  3. Aritmia

Referensi

  1. Alwi I et al. Penyakit Jantung Fungsional dalam Pentalaksanaan Di Bidang Ilmu Penyakit Dalam : Panduan Praktik Klinik. 2017.Jakarta: Interna Publishing. P: 688-689
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11554103
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1353368

 

HIPERTENSI PULMONAL

DEFINISI

Hipertensi pulmonal adalah jenis tekanan darah tinggi yang memperngaruhi pembuh darah arteri di paru-paru dan di sisi kanan jantung Anda.

GEJALA

  1. Sesak nafas (dyspnea)
  2. Mudah lelah
  3. Pingsan
  4. Nyeri dada
  5. Bengkak pada kaki dan perut ascites
  6. Palpitasi

 

MEKANISME PENYAKIT YANG DAPAT MENYEBABKAN HIERTENSI PULMONAL

  1. Akibat gagal jantung kiri (tekanan balik pembuluh darah meningkat)
  2. Penyakit yang mempengaruhi seluruh paru (Penyakit paru yang merusak pembuluh darah)
  3. Terkait hipoksia (berkurangnya oksigen membuat pembuluh darah paru konstriksi)
  4. Hipertensi arteri pulmonal (perubahan pada struktur dan fungsi arteri pulmonal)
  5. Penyakit obstruksi pembuluh darah paru primer

 

KLASIFIKASI HIPERTENSI PULMONAL

  1. Hipertensi Pulmonal Primer : hipertensi pulmonal yang tidak diketahui penyebabnya  (idiopatik)
  2. Hipertensi Pulmonal Sekunder: hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh kondisi medis lain.

 

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  1. Laboratorium : darah perifer lengkap, ANA, HIV, TSH, fungsi hati, biomarker jantung (BNP, NT-proBNP, troponin T)
  2. EKG: right axis deviation, hipertrofi ventrikel kanan, hipertrofi atrium kanan
  3. Radiologis:
    1. Foto toraks: pembesaran arteri pulmonalis sentral, hipertrofi ventrikel kanan, hipertrofi atrium kanan
    2. Ekokardiogram : pembesaran ventrikel dan atrium kanan, penurunan fungsi ventrikel kanan, regurgitasi tricuspid, pergeseran septum intraventrikular, efusi pericardial
    3. MRI jantung: menilai ukuran dan fungsi ventrikel kanan secara akurat

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan pertama biasa menggunakan oksigen, antikoagulan, dan diuretic. Konsultasikan lebih lanjut dengan dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA

 

Referensi

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-hypertension/symptoms-causes/syc-20350697
  2. Alwi I et al. Hipertensi Pulmonal dalam Pentalaksanaan Di Bidang Ilmu Penyakit Dalam : Panduan Praktik Klinik. 2017.Jakarta: Interna Publishing. P: 649-655.
  3. https://www.youtube.com/watch?v=IDlizNdfETQ

KAKI BENGKAK

Pembengkakan kaki dapat terjadi di setiap bagian kaki anda baik pergelangan kaki, telapak kaki, betis dan paha anda. Pembengkakan kaki dapat terjadi karena penumpukan cairan (retensi cairan) atau dari peradangan pada jaringan atau sendi yang terluka atau sakit. Selain itu kaki bengkak biasanya disebabkan oleh suatu penyakit. Banyak penyakit yang dapat menyebabkan kaki anda bengkak yaitu karena peredaran darah perifer anda terganggu, dan adanya kegagalan organ dalam menjalankan fungsinya. Ketika berpikir tentang kaki bengkak, mungkin kita harus melihat terlebih dahulu bengkak pada satu kaki saja atau pada kedua kaki agar dapat diketahui penyebabnya.

 

PEMBENGKAKAN SATU KAKI

Pembengkakan pada satu kaki biasanya disebabkan oleh penyakit DVT (Deep Vein Thrombosis) yang merupakan gumpalan darah yang terdapat pada pembuluh darah vena. Triad Virchow yang dapat menunjukkan faktor yang berkontribusi dalam terbentuknya thrombus adalah stasis vena, cedera vaskular, dan hiperkoagulabilitas. Gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita penyakit ini adalah pembengkakan pada satu kaki, kaki yang bengkak teraba hangat dan kaki terasa nyeri. Penyakit ini didiagnosis dengan usg Doppler dan dapat diterapi dengan antikoagulan.

Selain penyakit DVT, penyakit superfisial thrombophlebitis dan thrombosis vena superfisialis dapat juga menyebabkan pembengkakan pada satu kaki. Dengan gumpalan  darah pada pembulh darah vena superfisial, pasien biasanya memiliki gejala rasa nyeri pada kaki yang bengkak, kemerahan, dan kadang kaki terasa keras seperti terbalut kabel. Diagnosis biasanya dilakukan oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan. Penatalaksanaannya meliputi obat-obatan anti inflamasi, dan kompres hangat pada kaki yang bengkak.

Selain penyakit di atas beberapa penyakit lainnya yang dapat menyebabkan pembengkakan pada satu kaki adalah selulitis dan ruptur baker cyst. Selulitis merupakan infeksi bakteri pada kulit dan jaringan lunak yang terjadi ketika barrier pada kulit atau imunitas kita menurun. Selain itu, terdapat juga rupture baker cyst pada bagian popliteal atau lutut yang biasanya terjadi karena terdapat cedera lutut.

 

PEMBENGKAKAN KEDUA KAKI

Pembengkakan kedua kaki merupakan hal yang biasa terjadi pada beberapa orang. Tipe pembengkakan ini biasanya terjadi pada orang yang duduk atau berdiri dalam waktu yang lama. Hal ini dapat disebabkan karena darah menyatu di pembuluh darah di kaki. Selain itu, obseitas juga dapat menyebabkan pembengkakan kedua kaki karena aliran darah vena tidak mengalir dengan efektif karena adanya beban berat di perut. Kehamilan juga dapat membuat pembengkakan pada kedua kaki karena terjadinya perubahan hormonal.

Penyakit yang dapat menyebabkan pembengkakan pada kedua kaki diantaranya adalah sindrom cushing, gagal jantung kongestif, penyakit ginjal dan penyakit liver. Sindrom Cushing merupakan gangguan di mana kelenjar adrenal menghasilkan terlalu banyak hormon steroid. Penderita gagal jantung kongestif juga dapat mengalami pembengkakan pada kedua kaki dikarenakan jantung tidak dapat memompa darah secara adekuat. Selain itu, penyakit ginjal kronik dan penyakit liver dapat menyebabkan pembengkakan juga sehingga biasanya pada pasien yang datang ke dokter dnegan pembengkakan pada kedua kaki diminta untuk melakukan pemeriksaan darah dan urin.

 

Apabila anda mengalami pembengkakan pada kaki anda, segera untuk konsultasikan kepada dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA.

 

 

Referensi :

  1. https://www.mayoclinic.org/symptoms/leg-swelling/basics/definition/sym-20050910
  2. Evans NS, Ratchford EV. The Swollen Leg. 2016. Journal of vascular medicine;21;6;p: 562-564.
  3. Stone et al. Deep vein thrombosis: pathogenesis, diagnosis, and medical management. 2017. Journal of Cardiovascular Diagnosis and Therapy, Vol 7, Suppl 3; p: s276-s284.
  4. Cranendonk DR et al. Cellulitis: current insights into pathophysiology and clinical management. 2017. The Netherlands Journal of Medicine; vol 75; 9; p: 366-378.

5. https://www.youtube.com/watch?v=dBPxKmgClHQ

SELULITIS

Selulitis merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebar secara difus dan seringkali melibatkan jaringan subkutan.

APA SAJA YANG DAPAT MENYEBABKAN SELULITIS?

Pada individu yang normal , penyakit ini dapat disebabkan oleh group A streptococci (GAS) dan S aureus. Streptococcus cellulitis Grup B dapat menjadi penyebab pada bayi di bawah 6 bulan, karena respon imun mereka tidak berkembang sepenuhnya, dan itu juga dapat dilihat pada orang dewasa dengan komorbiditas seperti diabetes atau penyakit hati.

GEJALA APA YANG DIRASAKAN BILA TERKENA PENYAKIT INI?

  • Kemerahan pada kulit
  • Teraba hangat pada kulit yang terinfeksi
  • Demam
  • Bagian yang terinfeksi juga menyebabkan rasa nyeri
  • Selain itu dapat terbentuk abses maupun bulla

BAGAIMANA PENGOBATAN TERHADAP PENYAKIT INI?

Pengobatan penyakit ini menggunakan obat-obatan simptomatik dan kausatif. Simptomatik sesuai dengan dengan gejala yang dirasakan seperti obat antipiretik/ penurun suhu tubuh, dan anti nyeri. Terapi kausatif adalah dengan menggunakan antibiotik. Konsultasikan dengan dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV FINASIM , FICA untuk terapi lebih lanjut.

BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?

  • Menjaga kulit tetap lembab terutama bagian kaki
  • Mencegah terjadinya luka
  • Pasien dengan pembengkakan kronis harus mengangkat daerah yang terkena
  • Menggunakan antibiotic preventif sesuai anjuran dokter

Referensi

  1. Bruun T et al. 2015. Etiology of Cellulitis and Clinical Prediction of Streptococcal Disease: A Prospective Study. Journal of open forum infectious disease; 1-9
  2. https://emedicine.medscape.com/article/214222-overview
  3. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2627973
  4. Yarbrough P et al. 2015. Evidence-Based Care Pathway for Cellulitis Improves Process, Clinical, and Cost Outcomes. Journal of hospital medicine; 12; p: 780-788
  5. https://www.youtube.com/watch?v=yG5Owb1yHB8

BAGAIMANA HUBUNGAN DIABETES MELLITUS DENGAN PENYAKIT JANTUNG?

hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Data statistic menurut American Heart Association menyatakan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara penyakit kardiovaskular dengan DM.

Setidaknya 68 % orang berusia 65 tahun atau lebih dengan diabetes meninggal karena beberapa bentuk penyakit jantung. Orang dewasa dengan DM dua hingga empat kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung daripada orang dewasa tanpa DM.

Perubahan metabolism glukosa jantung dan sistemik berkontribusi pada kelainan structural dan fungsional jantung yang berujung pada disfungsi jantung. Gangguan metabolisme glukosa jantung dan beralihnya glukosa menjadi oksidasi asam lemak bebas memiliki efek negative pada jantung yang cukup signifikan pada kontraktilitas dan fungsi jantung sehingga menginduksi disfungsi sistolik dan diastolic ventrikel kiri.

Pengobatan dilakukan dengan beberapa golongan obat. Obat golongan beta bloker dan ace inhibitor bermanfaat pada pasien ini dan penggunaannya terkait dengan penurunan angka kematian dan rawat inap. Obat-obatan untuk mengontrol gula darah juga diperlukan. Anda dapat berkonsultasi dengan saya melalui email maupun konsultasi langsung di rumah sakit sesuai dengan jadwal praktek saya.

https://www.youtube.com/watch?v=WHs2rWH95mE

Referensi:

  1. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. KONSENSUS PENGELOLAAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INDONESIA. 2015.
  2. https://www.heart.org/en/health-topics/diabetes/why-diabetes-matters/cardiovascular-disease–diabetes
  3. Rosano G, Vitale C, Seferovic R. Heart Failure in Patients with Diabetes Mellitus. Cardiac Failure Journal. 2017,p: 52-55.

Penyakit Jantung Pada Kehamilan

Pada saat kita hamil maka akan terjadi perubahan dalam tubuh kita. Kehamilan memicu perubahan dalam sistem kardiovaskular untuk memenuhi peningkatan metabolisme ibu dan janin. Volume plasma dan cardiac output (CO) mencapai maksimum 40-50% di atas rata-rata pada usia kehamilan 32 minggu, peningkatan ini 75% terjadi pada akhir trimester pertama. Ukuran atrium dan ventrikel juga meningkat pada kehamilan. Pada wanita dengan penyakit jantung, ventrikel kiri dan ventrikel kanan beradaptasi dengan kehamilan dan bisa menjadi suboptimal. Disfungsi jantung ibu berhubungan dengan gangguan aliran uteroplasenta yang menyebabkan gangguan pada janin.

Bagaimana mendiagnosis penyakit jantung pada kehamilan?

Selama kehamilan mungkin lebih sulit untuk mendiagnosis gagal jantung, misalnya,karena perubahan fisiologis yang terjadi selama kehamilan. Namun demikian, banyak gangguan dapat diidentifikasi dengan anamnesis yang cermat dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh. Elektrokardiografi, ekokardiografi, foto thoraks, dan kateterisasi dapat dilakukan pada pasien yang sedang hamil sesuai dengan indikasi. Hasil pemeriksaan akan disesuaikan dengan perubahan yang terjadi selama proses kehamilan.

Berikut ini akan kita bahas mengenai :

Prolaps Katup Mitral (Mitral Valve Prolaps/MVP)

MVP didefinisikan sebagai prolapse satu atau kedua katup mitral dengan minimal 2 mm di luar axis dengan atau tanpa penebalan mitral. Gejala penyakit ini bervariasi seperti pusing, palpitasi atau denyut jantung yang lebih cepat dari biasanya dan pingsan. Diagnosis penyakit ini biasanya dilakukan dengan ekokardiografi karena saat pemeriksaan fisik sering tidak terdengar bunyi murmur sistolik.

mvp

Hipertensi Pulmonal (PH)

Hipertensi pulmonal merupakan penyakit yang dikarenakan penyempitan pembuluh darah pada paru-paru, yang sering menyebabkan gagal jantung kanan. Kehamilan dengan wanita yang mempunyai hipertensi pulmonal diketahui mencapai angka yang tinggi 30-56%. Gejala hipertensi pulmonal meliputi nyeri dada, batuk, dan sesak napas. Apabila pasien sudah terkena gagal jantung kanan kemungkinan juga akan terjadi pembengkakan ekstremitas bawah, pusing atau pingsan. Pemeriksaan standar baku emas untuk penyakit ini adalah dengan kateterisasi jantung kanan yang akan didapatkan peningkatan PAP ≥ 25 mmhg.

Selain itu, masih ada bebera penyakit jantung lainnya yang dapat membahayakan ibu dan janin.

PHheartCDC

Bagaimana Apabila Ibu Hamil Sudah Terdiagnosis Dengan Penyakit Jantung?

Induksi pada persalinan harus dipertimbangkan pada usia kehamilan 40minggu, untuk mengurangi resiko operasi emergency SC 12%. Namun demikian, hal ini bisa terjadi lebih cepat karena mempertimbangkan keadaan jantung ibu, evaluasi obstetrik, kesehatan janin, dan kematangan paru janin.

Konsultasi lebih lanjut diperlukan pada kehamilan dengan penyakit jantung.

Referensi

  1. Zagrosek et al. 2018 ESC Guidelines for the management of cardiovascular diseases during pregnancy. European Heart Journal (2018) 39, 3165–3241.
  2. Yuan SM dan Yan S. Mitral Valve Prolapse in Pregnancy. Braz J Cardiovasc Surg 2016;31(2):158-62.
  3. Thomas E et al. Pulmonary Hypertension and Pregnancy Outcomes: Insights From the National Inpatient Sample. J Am Heart Assoc. (2017), 1-11.
  4. Marcus et al. Pulmonary Hypertension in Pregnancy: Critical Care Management. Journal of Pulmonary Medicine; 2012, 1-9.