DISFUNGSI EREKSI DAN ATRIAL FIBRILASI

Apa itu disfungsi ereksi?

Menurut The National Institutes of Health (NIH) Consensus Development Conference on Impotence disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk memuaskan kinerja seksual.

Apa penyebab disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi mempunyai penyebab yang multifaktorial,seperti:

  1. Penyebab vaskular yaitu aterosklerosis, infark miokard, penyakit arteri perifer, trauma pada pembukuh darah, dll.
  2. Penyakit sistemik seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal ginjal, scleroderma,dll.
  3. Penyebab neurologis yaitu epilepsy, stroke, guilian bare sindrom, penyakit Alzheimer dan sclerosis multipel.
  4. Penyebab respiratorik seperti ppok (penyakit paru obstruktif kronik), dan  sleep apnea.
  5. Endokrin seperti hipertiroid, hipotiroid, hipogonadisme, dan diabetes.
  6. Kondisi penis yaitu penyakit peyronie, epispadi, dan priapism.
  7. Kondisi psikiatrik seperti depresi, ansietas, dan ptsd (post traumatic stress disorder)
  8. Status nutrisi yaitu malnutrisi dan defisiensi zink
  9. Penyakit hematologi yaitu anemia sel sabit dan leukemia
  10. Prosedur operasi yaitu operasi tulang belakang, aortofemoral bypass, reseksi transurethral dari prostat, radikal prostatektomi, dll.
  11. Obat-obatan seperti obat antidepresan, antipsikotik, antihipertensi, metadon, dan obat penurun kolesterol.

Apa itu atrial fibrilasi?

Atrial fibrilasi adalah detak jantung yang tidak teratur dan sering cepat yang dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi terkait jantung lainnya. Atrial fibrilasi merupakan aritmia jantung yang paling umum dan efeknya terjadi hampir 1% dari populasi dunia. Prevalensinya meningkat seiring denga bertambahnya usia; relatif jarang pada orang yang berusia < 40 tahun, tetapi terjadi pada 5% pada orang yang berusia > 80tahun.

Bagaimana gejala yang dialami orang dengan atrial fibrilasi?

  1. Palpitasi atau perasaan berdebar pada jantung, rasa terjepit di dada, jantung berdetak dengan kencang dan tidak teratur.
  2. Badan terasa lemah
  3. Pusing
  4. Kemampuan berolahraga menurun
  5. Sesak nafas
  6. Nyei dada

Apa hubungan atrial fibrilasi dengan disfungsi ereksi?

Menurut studi diketahui bahwa pada orang yang menderita AF lebih berisiko untuk terkena disfungsi ereksi. Ada beberapa mekanisme yang dapat menyebabkan hal tersebut yang pertama adalah peningkatan risiko tromboemboli pada pasien AF dapat mempengaruhi vaskular/pembuluh darah di seluruh tubuh, sehingga pada populasi pasien AF prevalensi disfungsi ereksi lebih tinggi. Yang kedua, embolisasi mikrotrombi dari atrium kiri ke pembuluh darah arteri di penis.  Yang ketiga yaitu peningkatan kadar protrombotik dalam plasma, faktor von willebrand, dan Eselectin yang dapat terlarut didapatkan pada semua pasien dengan AF. Disfungsi endotel juga didapatkan pada pasien dengan AF sehingga pasien-pasien AF berisiko lebih tinggi untuk mengalami disfungsi ereksi. Inflamasi berperan penting dalam disfungsi endotel pada pasien AF. Aktivasi sel inflamasi dan mediatornya membuat terjadinya inflamasi pada pembuluh darah. Gangguan aliran darah yang dimediasi asetilkolin dan penurunan tingkat plasma nitrat menyebabkan gangguan aliran darah sistemik dan disfungsi ereksi.

Oleh sebab itu jika anda mengalami atrial fibrilasi dan takut berlanjut kea rah disfungsi ereksi segeralah melakukan pemeriksaan dan konsultasi lebih lanjut kepada dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA.

Referensi

  1. https://emedicine.medscape.com/article/444220-overview#a5
  2. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atrial-fibrillation/symptoms-causes/syc-20350624
  3. Waktare et al. Atrial FIbrilation. Journal of Circulation. 2002;106:14–16
  4. Chokesuwattanaskul et al. Erectile dysfunction and atrial fibrillation: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Urology (2018) 25, 752—757.
  5. https://www.youtube.com/watch?v=i_KGYTHdsvk

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.