COVID-19 dan Iskemia Tungkai Akut

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-COV 2. Di Indonesia, sampai saat ini jumlah kasus terkonfirmasi 1.599.763 orang dan yang meninggal berjumlah 43.328 . Pandemi COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 11 juta orang di seluruh dunia dan berhubungan signifikan dengan manifestasi kardiovaskular, terutama pada pasien yang sudah mempunyai komorbiditas dan pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular. Iskemia tungkai akut / Acute Limb Ischemia (ALI) merupakan kegawatdaruratan vaskular. Etiologi dari ALI dapat menjadi multifaktorial dengan oklusi trombotik pada keadaan dimana sebelumnya berhubungan deangan penyakit arteri aterosklerotik.

Mekanisme SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit sistemik diduga melalu reseptor angiotensin-coverting enzyme 2(ACE-2). Protein SARS-CoV-2 menginfeksi sel manusia melalui reseptor ACE-2, yang diekspresikan dalam berbagai derajat di sel epitel alveolar, sel endotel arteri , sel epitel usus, jaringan kekebalan, dan berbagai sel lainnya. SARS-CoV-2 secara langsung menyerang sel endotel vaskular dan mengaktifkan kaskade koagulasi setelah menyebabkan endothelial injury. Gangguan patologis ini menghasilkan pelepasan sitokin yang berlebihan dan badai sitokin dari pengaktifan faktor koagulasi yang meluas sementara menghambat fibrinolisis yang menyebabkan trombosis ekstensif. IL-6 merupakan faktor kunci pada SARS-CoV-2 akan menginduksi badai sitokin. Ketika IL-6 dapat merangsang liver untuk mensintesis fibrinogen dan trombopoietin, IL-6 juga meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan endotel vaskular untuk mengganggu stabilitas penghalang vaskular dan merangsang monosit untuk mengekspresikan lebih banyak faktor jaringan, sehingga mengaktifkan jalur ekstrinsik koagulasi. Kelainan koagulasi ini bersama dengan peningkatan D-dimer kemungkinan merupakan indikator untuk mortalitas yang lebih tinggi yang menjadi predisposisi pasien terhadap berbagai kejadian iskemik dan trombotik.

Studi yang dilakukan Bellosta menggambarkan 20 pasien (18 laki-laki) dengan ALI terkait COVID-19 selama 3 bulan. Tujuh belas pasien menjalani perawatan revaskularisasi yang berhasil hanya 12 (70,6%). Penulis berpendapat bahwa tingkat keberhasilan yang lebih rendah dari perkiraan ini disebabkan oleh keadaan hiperkoagulasi terkait COVID-19. Studi Perini et al menyebutkan bahwa melaporkan 4 pasien dengan ALI yang disebabkan oleh COVID-19. Dua dari pasien mereka tidak memiliki komorbiditas, relatif muda, dan menerima dosis profilaksis dari LMWH.

Jadi, infeksi COVID-19 dikaitkan dengan peningkatan kejadian tromboemboli, termasuk ALI. Bahkan pasien muda dan sehat dapat terkena ALI meskipun telah menggunakan antikoagulasi profilaksis. Penatalaksanaan ALI pada pasien COVID-19 mungkin lebih sulit dari yang diharapkan, karena keadaan hiperkoagulasi. Pasien mungkin mendapat manfaat dari administrasi UFH pasca operasi yang berkepanjangan.

Berikut adalah dokumentasi pasien saya, pasien COVID-19 dengan ALI yang saya lakukan tindakan revaskularisasi.


Referensi

  1. https://kawalcovid19.id/
  2. Moriarty PM, Gorby LK, Stroes ES, Kastelein JP, Davidson M, Tsimikas S. Lipoprotein(a) and Its Potential Association with Thrombosis and Inflammation in COVID-19: a Testable Hypothesis. Curr Atheroscler Rep. 2020 Jul 25;22(9):48. doi: 10.1007/s11883-020-00867-3. PMID: 32710255; PMCID: PMC7381416.
  3. Bellosta R, Luzzani L, Natalini G, Pegorer MA, Attisani L, Cossu LG, Ferrandina C, Fossati A, Conti E, Bush RL, Piffaretti G. Acute limb ischemia in patients with COVID-19 pneumonia. J Vasc Surg. 2020 Dec;72(6):1864-1872. doi: 10.1016/j.jvs.2020.04.483. Epub 2020 Apr 29. PMID: 32360679; PMCID: PMC7188654.
  4. Anwar S, Acharya S, Shabih S, Khabut A. Acute Limb Ischemia in COVID-19 Disease: A Mysterious Coagulopathy. Cureus 12(7): e9167. DOI 10.7759/cureus.9167
  5. Topcu AC, Ariturk C, Yilmaz E. Acute limb ischemia in a COVID-19 patient. Thrombosis Update. 2021;2:100031. doi:10.1016/j.tru.2020.100031

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.