BAGAIMANA PENGARUH ROKOK ELEKTRONIK TERHADAP JANTUNG ANDA?

Rokok elektronik kadang disebut juga dengan  “e-cigs,” “vape,” “e-hookahs,” “vape pens”. Beberapa rokok elektronik  terlihat seperti rokok biasa, cerutu, atau pipa. Beberapa terlihat seperti flash drive USB, pena, dan barang sehari-hari lainnya. Rokok elektronik hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sebagian besar memiliki baterai, elemen pemanas, dan tempat untuk menyimpan cairan. Rokok elektronik menghasilkan aerosol dengan memanaskan cairan yang biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lain yang membantu membuat aerosol. Pengguna menghirup aerosol ini ke dalam paru-paru mereka. Orang-orang sekitar perokok juga bisa menghirup aerosol ini ketika pengguna menghembuskan udara. Menggunakan rokok elektronik kadang-kadang disebut “vaping.”

multiple-types-of-e-cigarettes-desktop_1

Rokok elektronik dikembangkan pada awal tahun 2004. Di Amerika, jumlah remaja yang tidak merokok konvensional namun menggunakan rokok elektronik meningkat secara signifikan dalam dua tahun yaitu berjumlah 79.000 pada tahun 2011 dan 263.000 pada tahun 2013. Di Inggris pada tahun 2013 pengguna rokok elektronik berjumlah 1.300.000 orang , hal ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 700.000. Di Indonesia, penggunaan rokok elektronik diperkirakan berjumlah 1.000.000 orang. Studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 38% perokok beralih ke rokok elektronik awalnya disebabkan oleh keinginan untuk berhenti merokok.

Rokok elektronik mempunyai komposisi nikotin, asetildehid, formaldehid, acrolein, dan bahan-bahan lainnya (seperti nikel, cadmium, kromium,mangan, maupun arsenic). Nikotin mempunyai mekanisme meningkatkan inflamasi, dan meningkatkan ROS (Reactive Oxygen Species). Peningkatan kedua hal tersebut dapat menyebabkan aterosklerosis pada pembuluh darah, dan aneurisma aorta abdominal. Asetildehid pada rokok elektronik dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung. Formaldehide menyebabkan peningkatan stress oksidatif sehingga menyebabkan disfungsi kardiovaskular. Akrolein meningkatkan irritant dan oksidan yang dapat mengakibatkan kardiomiopati dan aterosklerosis. Partikel logam lainnya mempunyai mekanisme menaikkan stress oksidatif, peningkatan inflamasi, dan kerusakan mitokondrial DNA sehingga juga menyebabkan aterosklrosis dan penyakit pernapasan.

e-cigarette-aerosol

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.