Warning: assert(): Assertion failed in /home/drdonoan/public_html/wp-content/themes/graphene/admin/ajax-handler.php on line 1

Warning: assert(): Assertion failed in /home/drdonoan/public_html/wp-content/themes/graphene/admin/ajax-handler.php on line 1

Warning: assert(): Assertion failed in /home/drdonoan/public_html/wp-content/themes/graphene/admin/ajax-handler.php on line 1

Warning: assert(): Assertion failed in /home/drdonoan/public_html/wp-content/themes/graphene/admin/ajax-handler.php on line 1

Warning: assert(): Assertion failed in /home/drdonoan/public_html/wp-content/themes/graphene/admin/custom-fields.php on line 1

Warning: assert(): Assertion failed in /home/drdonoan/public_html/wp-content/themes/graphene/admin/db-updater.php on line 1
PENYAKIT JANTUNG KATUP » Dr. Dono Antono Sp PDKKV

«

»

Feb 25

PENYAKIT JANTUNG KATUP

Penyakit jantung katup (valvular heart disease / VHD) sering terjadi di negara-negara industri dan prevalensinya meningkat dengan bertambahnya usia karena adanya faktor etiologi degeneratif. Pendekatan klinis penyakit ini sangat penting untuk evaluasi riwayat penyakit pasien, gejala dan untuk deteksi penyakit ini dengan auskultasi (mendengarkan dengan stetoskop). Di Amerika Serikat, penyakit ini mempengaruhi sekitar 2,5% populasi. Insidensi penyakit ini terbanyak pada usia > 75 tahun. Penyakit Jantung Katup ini memiliki berbagai jenis, hal yang akan kita bahas kali ini adalah:

MITRAL STENOSIS

Mitral Stenosis adalah sekuel klasik dari demam rematik. Kalsifikasi intrakardiak yang parah pada orang tua atau pasien dengan penyakit ginjal dapat menyebabkan stenosis fungsional. Hal yang dirasakan oleh pasien biasanya adalah ketidakmampuan atau intoleransi saat berolahraga dan mempunyai gagal jantung kanan. Hal ini dikarenakan perkembangan dari adanya hipertensi pulmonal postkapiler. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya “opening snap” , “diastolic rumble” pada bagian apeks jantung dan paling dapat didengarkan.

MITRAL REGURGITASI

Regurgitasi mitral primer berasal dari kelainan struktural katup, seperti endokarditis. Regurgitasi sekunder (fungsional) biasanya terjadi dari kardiomiopati dilatasi atau dari kerusakan otot papiler setelah terjadinya infark jantung. Studi populasi menunjukkan bahwa mitral regurgitasi yang ringan tidak memerlukan pengobatan. Pada regurgitasi mitral yang parah pasien biasanya akan merasakan sesak napas pada saat beraktivitas. Pada saat pemeriksaan fisik didapatkan murmur pansistolik.

AORTA STENOSIS

Aorta stenosis adalah penyakit jantung katup yang paling banyak terjadi di negara-negara Eropa. Gejala klasiknya adalah nyeri dada, sinkop, dan gagal jantung. Komplikasi yang sering terjadi adalah henti jantung mendadak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan crescendo dan decrescendo

AORTA REGURGITASI

Regurgitasi aorta kronis dapat terjadi karena kelainan primer, seperti katup aorta bicuspid pada pasien-pasien muda maupun karena degenerasi pada para lansia. Pada pasien-pasien hipertensi kronik, dapat terjadi regurgitasi aorta sekunder. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan decrescendo , dan terdapat diastolik murmur. Gejala yang biasa dialami pasien ini adlaah ketika sudah mengalami aorta regurgitasi yang parah, gejalanya adalah sesak nafas saat aktivitas, sesak saat berbaring, dan rasa tidak nyaman di dada.

Referensi

  1. http://oxfordmedicine.com/view/10.1093/med/9780198784906.001.0001/med-9780198784906-chapter-764#
  2. Brinkley D, Eli V, Gelfand. Valvular Heart Disease: Classic Teaching and Emerging Paradigms. The American Journal of Medicine, Vol 126, No 12, December 2013,p: 1035-1042
  3. https://www.youtube.com/watch?v=6SzrtTCtux8

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>