«

»

Sep 24

OKLUSI VENA JUGULARIS

Vena jugularis adalah vena yang terdapat pada bagian leher. Vena jugularis terbagi menjadi vena jugularis anterior, vena jugularis interna dan vena jugularis eksterna. Vena jugularis anterior berada di bawah dagu, dan akan tergabung ke vena jugularis eksterna. Vena jugularis eksterna adalah vena yang berasal dari kulit kepala dan wajah, vena ini merupakan gabungan dari vena auricularis posterior yang berada pada wajah dan mandibula. Vena ini akan melintasi muskulus sternocleidomastoid dan mengalir ke vena subklavia. Sedangkan vena jugularis interna berasal dari bulbus superior vena jugularis interna yang berawal dari sinus sigmoid dari duramater yang akan menjadi vena brakhiosefalika.

 

Apa saja gejalanya?

Gejala saat terjadi penyumbatan pada vena jugularis sering kurang diperhatikan oleh pasien karena tidak mempunyai gejala yang khas. Nyeri dan pembengkakan di sudut rahang serta pembengkakan di daerah sternocleidomastoid hanya terdapat pada sebagian kecil pasien. Gejala lainnya yang biasanya terdapat pada pasien adalah :

Demam

Leukositosis

Pembengkakan massa atau leher

Nyeri leher

Sindrom sepsis

Kadang pasien juga mengalami sakit kepala dan gangguan penglihatan.

 

Apa saja yang menjadi faktor resiko penyakit ini?

  • Pasien usia tua
  • Wanita
  • Sindrom hiperstimulasi

 

Bagaimana tatalaksananya?

Tatalaksana penyakit ini adalah dengan pengobatan trombolitik, antikoagulan, maupun antibiotic (sesuai indikasi). Apabila sudah terjadi oklusi total maka dapat juga dilakukan tindakan intervensi lainnya seperti trombektomi.

case

Contoh kasus:

Pasien ini merupakan contoh kasus CKD(Chronic Kidney Disease) on HD (Hemodialisa) yang pada awalnya HD menggunakan akses HD dengan mahukar  yang dipasang pada vena jugularis interna. Berikut ini adalah gambaran sebelum dan sesudah PTA

etin1etin post pta

Referensi

  1. https://emedicine.medscape.com/article/461577-treatment
  2. Gbaguidi, A. Janvresse, J. Benichou, N. Cailleux, H. Levesque, I. Marie; Internal jugular vein thrombosis: outcome and risk factors, QJM: An International Journal of Medicine, Volume 104, Issue 3, 1 March 2011, Pages 209–219

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>