«

»

Sep 10

PENYAKIT JANTUNG REUMATIK

Penyakit Jantung Reumatik merupakan salah satu penyakit jantung katup. Hal ini terjadi salah satunya karena pasca infeksi , sekuel non supurasi dari infeksi pada faring dengan Streptococcus pyogenes, atau Grup A β hemolytic Streptococcus (GABHS). Diperkirakan ada lebih dari 15 juta kasus penyakit jantng reumatik di seluruh dunia, dengan 282.000 kasus baru dan 233.000 kematian setiap tahunnya.

Bagaimana untuk mendiagnosis penyakit jantung reumatik?

Mendiagnosis Penyakit Jantung Reumatik dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria Jones. Diagnosis membutuhkan adanya bukti infeksi streprokokus dan dua kriteria mayor, atau satu kriteria mayor ditambah dengan dua kriteria minor.

Kriteria mayor

  • Pancarditis (pericarditis, endocarditis, myocarditis)
  • Poliartritis
  • Sydenham Corea
  • Nodul Subkutan
  • Erythema marginatum

Kriteria minor

  • Demam
  • Arthralgia
  • Pemanjangan interval PR (pada ekg)
  • Peningkatan sedimentasi eritrosit,atau protein c-reaktif
  • Leukositosis (peningkatan sel darah putih)

 

37211004_214562039260623_3688900698470088704_n

Manajemen Penyakit

Terapi medis yang diindikasikan untuk pasien ini adalah pencegahan berulang karditis sekunder dan tindakan preventif infeksi endocarditis, dan untuk pasien simptomatik menggunakan obat penyekat beta. Penggunaan diuretic hanya pada kongesti paru. Antikoagulan diberikan pada pasien atrial fibrilasi. Balloon valvuloplasty dilakukan jika tidak ada regurgitasi mitral (MR) yang signifikan. Penggantian katup hanya dilakukan jika hal-hal tersebut di atas tidak berhasil diterapkan pada pasien.

 

Referensi

  1. Lilly, L. S., 2011. Pathophysiology of Heart Disease. 5th edition. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins.
  2. Seckeler M, Hoke T. 2011. The worldwide epidemiology of acute rheumatic fever and rheumatic heart disease. Clinical Epidemiology:3 67–84.
  3. Rajamannan et al. 2009. Medical Therapy for Rheumatic Heart Disease: Is it time to be Proactive rather than Reactive?. Indian Heart Journal; 61(1): 14–23.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>