«

»

Agu 09

PENYAKIT JANTUNG KONGENITAL

 

 

Penyakit Jantung Kongenital adalah defek pada struktur jantung atau fungsi dari sistem kardiovaskular yang sudah ada saat lahir; walaupun dapat ditemukan di kemudian hari.  Penyakit jantung kongenital dapat diklasifikasikan menjadi sianosis dan asianosis.  Dalam artikel kali ini kita hanya akan membahas beberapa penyakit dari klasifikasi tersebut yaitu Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD), Patent Ductus Arteriosus (PDA), Tetralogy of Fallot (TOF).

 

Atrial Septal Defect (ASD)

Atrial Septal Defek (ASD) adalah pembukaan di septum atrium, tidak termasuk foramen ovale paten. Terdapat 4 jenis ASD : ostium secundum, ostium primum, sinus venosus, dan unroofed coronary sinus. Defek sekundum adalah yang paling umum. Kebanyakan pasien tidak merasakan adanya gejala tertentu. Gejala yang paling umum adalah sesak napas, mudah lelah, jantung berdebar, dan pingsan. Apabila defek sekundum tidak diobati, dapat menyebabkan pembesaran atrium kanan, aritmia pada jantung, dan gagal jantung.

 

Ventricular Septal Defect (VSD)

VSD adalah lubang di dinding jantung yang memisahkan dua bilik bawah jantung. Penyebabnya sampai saat ini tidak diketahui. Jika pembukaannya kecil, tidak akan menyebabkan gejala karena jantung dan paru-paru tidak harus bekerja lebih keras. Namun, dalam pemeriksaan pada tubuh pasien akan terdengar bising jantung yang berbeda, yaitu murmur yang keras. Jika pembukaannya besar, anak bisa bernapas lebih cepat dan lebih keras dari biasanya. Bayi mungkin mengalami kesulitan makan dan tumbuh pada tingkat normal. Gejala mungkin tidak terjadi hingga beberapa minggu setelah lahir. Tekanan tinggi dapat terjadi di pembuluh darah di paru-paru karena lebih banyak darah daripada yang normal dipompa di sana. Seiring waktu ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pembuluh darah paru-paru.

Atrial and Ventricular Septal Defect

Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Duktus arteriosus merupakan komponen penting dari sirkulasi janin yang memungkinkan untuk hubungan antara arteri pulmonalis dan aorta. Setelah lahir, duktus arteriosus biasanya menutup setelah 48 jam. PDA didiagnosis ketika duktus arteriosus gagal menutup setelah 72 jam. PDA meningkatkan aliran darah pulmonal dan volume atrium dan ventrikel kiri dan menghasilkan redistribusi aliran darah sistemik.

patent-ductus-arteriosus-illustration-773px

Tetralogy of Fallot (TOF)

TOF adalah penyakit jantung kongenital yang paling sering terjadi. Penyakit ini terjadi sekitar 1 dalam 3500 kelahiran. Penyebab TOF multifaktorial. 25% pasien TOF mempunyai abnormalitas kromosom, dengan trisomy 21 dan mikrodelesi 22q11.2. Selain itu, ibu pasien yang mengalami diabetes gestasional dapat menjadikan faktor risiko terjadinya TOF. Pemeriksaan rontgen yang khas pada penyakit ini adalah adanya bentuk “boot shaped” pada rontgen thorax.

tof

 

Referensi

  1. https://www.youtube.com/watch?v=QFsMMkJTZL4
  2. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/1099
  3. https://emedicine.medscape.com/article/162914-clinical
  4. https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects/ventricular-septal-defect-vsd
  5. Climan Rl, Hermes ER. Patent ductus arteriosus: pathophysiology and management. Journal of Perinatology (2006) 26, hal: S14–S18.
  6. Agarwala B. Tetralogy of fallot. Open access journal of cardiology, 2017, hal: 1-5.
  7. Villafañe et al. Hot Topics in Tetralogy of Fallot. Journal of the American College of Cardiology, 2013, 62,23, hal : 2155-2166

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>