«

»

Feb 07

HENTI JANTUNG

Henti jantung adalah terhentinya fungsi pompa jantung secara tibatiba, yang dapat saja reversibel tetapi akan mengakibatkan kematian jika tidak dilakukan penanganan segera.

Mengapa dapat terjadi henti jantung?

Berikut adalah penyebab dari henti jantung yang perlu Anda ketahui, yang terdiri dari 5H dan 5T.

Yang termasuk 5H yaitu:

Hipovolemia

Keadaan klinis yang sering ditemukan adalah luka bakar yang luas, diabetes, kehilangan cairan gastrointestinal, perdarahan, kanker, dan syok akibat trauma.

Hipoksia

Keadaan klinis ini harus dipertimbangkan pada semua pasien dengan henti jantung.

Hipotermia

Keadaan ini ditemukan pada penyalahgunaan alkohol, luka bakar, pasien usia tua, tenggelam, penyakit endokrin, tunawisma, penyakit medulla spinalis, dan penyakit kulit luas pasca trauma.

Hipokalemia/ Hiperkalemia

Hipokalemia dapat ditemukan pada:

Penyalahgunaan alcohol, diabetes, penggunaan diuretik, akibat obat, kehilangan cairan massif melalui gastroinstestinal, hipomagnesemia

Sedangkan hiperkalemia dapat ditemukan pada:

Asidosis metabolik, penggunaan kalium berlebih, akibat obat, latihan berat, hemolisis, penyakit ginjal,rhabdomyolisis, sindrom lisis tumor, kerusakan jaringan massif.

Hidrogen Ion (asidosis)

Asidosis dapat  terjadi pada pasien diabetes, diare, resusitasi lama, penyakit ginjal, syok.

Yang termasuk 5T yaitu:

Tamponade Jantung

Merupakan sindrom klinik dimana terjadi penekanan yang cepat atau lambat terhadap jantung akibat adanyaakumulasi cairan, nanah, darah, bekuan darah, atau gas di ruang perikardium, sebagai akibat adanya efusi,trauma, atau ruptur jantung

Tension Pneumotoraks

Merupakan pneumotoraks yang disertai peningkatan tekanan intra toraks yang semakin lama semakin bertambah atau progresif.

Trombosis Paru

Keadaan ini biasanya terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit, pasca dilakukannya prosedur bedah,peripartum, terdapatnya faktor risiko terjadinya tromboemboli vena, riwayat tromboemboli vena, emboli paru akut

Trombosis Jantung

Pertimbangkan adanya infark miokard pada semua pasien dengan henti jantung, terutama pasien dengan riwayat penyakit arteri koroner.

Tablet/Toksin: overdosis obat

Hal ini biasa terjadi pada penyalahgunaan alkohol, perubahan status mental, sindrom toksikologi, pajanan industri (okupasional), gangguan psikiatri

Apa yang saya harus lakukan jika melihat orang dengan henti jantung?

Yang pertama anda harus lakukan adalah jangan panik.

Penanganan henti jantung  harus cepat dengan protokol resusitasi kardiopulmonal yang baku meliputi RJP segera dan pemasangan akses intravena/intraoseus.

Cek pulsasi arteri carotis setiap melakukan 2 menit RJP.

Referensi:

  1. Cardiovascular Collapse, Cardiac Arrest and Sudden Cardiac Death. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL editors. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 17thedition. Philadelphia: McGraw-Hill Companies; 2008

  2. Spodick DH. Acute Cardiac Tamponade. NEJM; 2003.

  3. American College of Surgeons

    Commite

    on Trauma. Advanced Trauma Life Support for Doctors. 2005; 7th

  4. https://www.youtube.com/watch?v=O_49wMpdews

2 comments

  1. company website

    Excellent read, I just passed this onto a friend who was doing a little research on that. And he actually bought me lunch since I found it for him smile So let me rephrase that: Thanks for lunch!

    1. Donoantono

      you,re welcome 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>