«

»

Nov 16

AMPUTASI LUKA BOROK PADA KAKI AKIBAT DIABETES? BISA DICEGAH!

DIABETES MELLITUS
Diabetes merupakan permasalahan serius dan penyakit jangka lama yang terjadi ketika kelenjar penghasil insulin (pankreas) tidak memproduksi insulin untuk dengan cukup (hormon untuk meregulasi kadar glukosa tubuh), atau saat saat badan tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Peningkatan kadar glukosa (gula darah) yang merupakan efek umum dari diabetes yang tidak terkontrol dapat menjadi permasalahan yang serius yang berdampak pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan persarafan. Secara global, sebanyak 422 juta orang hidup dengan diabetes yang tercatat pada tahun 2014.

tabel-who-diabetes
Tabel 1 : angka kejadian diabetes menurut WHO pada tahun 2014.

pankreas
Gambar 1 : pankreas dengan organ sekitarnya.

Semua tipe diabetes dapat menyebabkan komplikasi pada banyak bagian anggota tubuh. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah serangan jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi tungkai, hilangnya penglihatan dan gangguan saraf. Pada kehamilan, kontrol buruk pada diabetes dapat meningkatkan risiko kematian bayi dan komplikasi lainnya. Pada topik ini kita akan lebih membahas mengenai kaki diabetik sebagai salah satu komplikasi diabetes yang lebih baik dicegah daripada diobati.

KAKI DIABETIK
Sindrom kaki diabetik merupakan komplikasi besar dari diabetes mellitus akibat masalah kompleks antara lain terganggunya aliran darah ke daerah lokal dan terganggunya fungsi saraf tepi pada pasien akibat diabetes mellitus. Faktor risiko terjadinya luka borok pada kaki diabetik adalah : usia pasien, luka borok sebelumnya, dan penurunan fungsi saraf tepi pasien diabetik.

Grading klasifikasi kaki diabetik menurut Wagner :
Grade 0 Tidak ada luka borok pada kaki dengan risiko tinggi
Grade 1 Luka borok pada permukaan yang melibatkan seluruh lapisan kulit tapi tidak sampai jaringan
Grade 2 Luka borok dalam hingga serat otot dan otot utama tapi tidak melibatkan tulang dan tidak terjadi abses
Grade 3 Luka dalam melibatkan tulang dan terbentuknya nanah
Grade 4 Luka bernanah, busuk, dan bau yang terlokalisir
Grade 5 Luka bernanah, busuk, dan bau pada seluruh kaki

prinsip-pencegahan-kaki
Gambar 2 : prinsip pencegahan kaki diabetik

BAGAIMANA MENCEGAH KAKI DIABETIK?
Prinsip utama dari mencegah terjadinya kaki diabetik adalah menjaga gula darah agar tetap terkontrol pada pasien dengan diabetes mellitus selain edukasi pasien, perawatan kaki dan kuku, alas kaki pelindung, dan tindakan pembedahan. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pencegahan kaki diabetik adalah mengurangi tekanan dan stres fisik yang terjadi pada permukaan kaki biasa disebut sebagai menyamaratakan tekanan atau “off loading” yang merupakan solusi terbaik sebagai pencegahan kaki diabetik dengan menyebarkan tekanan ke daerah yang luas. Beberapa metode yang digunakan untuk off loading adalah : tirah baring, kursi roda, penopang kaki, sepatu dengan sol khusus, dan sepatu khusus kaki diabetik (removable cast walker dan total contact cast).

pressure-feet
Gambar 3 : penyebaran tekanan telapak kaki telanjang, total contact cast, dan luka yang terisolasi dengan total contact cast
removable-cast-walker

total-contact-cast
Gambar 4 : removable cast walker dan total contact cast

pencegahan-kaki-diabetik
Gambar 5 : pencegahan kaki diabetik

Referensi
1. WHO. Global Report on Diabetes. World Health Organization. 2016
2. Thole MV, Lobmann R. Neuropathy and Diabetic Foot Syndrome. International Journal of Molecular Sciences. 2016
3. Singh S, Pai DR, Yuhhui C. Diabetic Foot Ulcer – Diagnosis and Management-. Clinical research foot and ankle. 2013
4. Wu S. Pressure Mitigation for the Diabetic Foot Ulcer. Podiatry Management. 2015

Referensi gambar
1. Gambar 1 diunduh dari http://healthcare.utah.edu/transplant/pancreas/ 1 november 2016
2. Gambar 2 diunduh dari http://www.consultant360.com/articles/preventing-diabetic-foot-ulcers-4-pronged-approach 1 november 2016
3. Gambar 4 diunduh dari https://m.podiatry.com/ezines/iframe/1233 1 november 2016
4. Gambar 3 diunduh dari http://care.diabetesjournals.org/content/28/4/929 1 november 2016
5. Gambar 5 diunduh dari http://diabetesreducer.com/spi/?aff_id=1619&subid=thecorner/preventive-foot-care-in-people-with-diabetes/ 1 november 2016

Referensi Tabel
1. Tabel 1 didapat dari WHO. Global Report on Diabetes. World Health Organization. 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>