«

»

Sep 20

KAKI DIABETIK

APA ITU KAKI DIABETIK?
Kaki diabetik adalah infeksi, ulserasi, dan atau destruksi jaringan ikat dalam yang berhubungan dengan neuropati dan penyakit vaskuler perifer pada tungkai bawah, selain itu ada juga yang mendefinisikan sebagai kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes melitus yang tidak terkendali dengan baik yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan dan infeksi. Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi yang paling sering diderita oleh penderita diabetes. Manifestasi komplikasi ini dapat berupa manifestasi yang ringan hingga sangat kompleks, yaitu amputasi kaki dan infeksi yang dapat mengancam jiwa. Infeksi kaki pada penderita diabetes ini menciptakan masalah sosial yang kompleks yaitu memberi beban keuangan yang kompleks pada penderitanya.

KLASIFIKASI KAKI DIABETIK
Berikut ini klasifikasi kaki diabetik menurut Wagner:
• Derajat 0
Derajat 0 hanya ditandai dengan adanya rasa nyeri.
• Derajat 1
Pada derajat 1 terdapat adanya suatu lesi kulit terbuka yang superfisial.
• Derajat 2
Penderita yang dikategorikan derajat 2, terdapat adanya lesi kulit yang membentuk ulkus yang dalam. Dasar ulkus
meluas ke tendon, tulang atau sendi.
• Derajat 3
Disebut derajat 3 apabila pada luka di kaki pasien sudah sampai ke dasar tulang.
• Derajat 4
Derajat 4 ditandai dengan adanya gangren pada sebagian ujung jari.
• Derajat 5
Apabila sudah mencapai derajat 5, maka pada seluruh kaki sudah terdapat seluruh ulkus.

PENGOBATAN KAKI DIABETIK

Manajemen kaki diabetik dilakukan secara komprehensif melalui upaya; mengatasi penyakit (commorbidity), menghilangkan/mengurangi tekanan beban (offloading), menjaga luka agar selalu lembab (moist), penanganan infeksi, debridemen, revaskularisasi dan tindakan bedah elektif, profilaktik, kuratif atau emergensi. Terapi medikamentosa rutin untuk kontrol gula darah dan mengurangi progesivitas komplikasi diabetes mellitus, bisa berupa obat hipoglikemik oral (biguanid, inhibitor glukosidase, meglitinid, sulfonilurea, tiazolidin, inkretin mimetik), ataupun injeksi insulin. Terapi revaskularisasi pada pasien dengan kaki diabetik, yaitu dengan Percutaneous Transluminal Angioplasty sebagai penatalaksanaan utama untuk menghindari adanya amputasi.

Berikut adalah gambaran kaki diabetik sebelum dan sesudah PTA

pre-pta

post-pta


Apabila anda mempunyai pertanyaan dan ingin menjalani pengobatan silahkan menghubungi: donoantonodokterperifer@gmail.com

DAFTAR PUSTAKA
1. Aguilar F (2009a).Diabetic Foot; physiopathology and treatment, In: Diabetic Neuropathy, Practical aspects, treatment, diagnostic and prophylactic measures, Aguilar Rebolledo Francisco, pp 335-336, Alfil editorial, ISBN 978-607-7504-56-6, Mexico.
2. Jain A. A New Classification Of Diabetic Foot Complications: A Simple and Effective Teaching Tool. The Journal of Diabetic Foot Complications, 2012; Volume 4, Issue 1, No. 1, pp: 1-5.
3. Schon LC, Marks RM. The management of neuroarhropathy fracture dislocation in the diabetic patient. Orthop Clin North Am. 1995.
4. Fossaseca R et all. Endovascular Treatment of Diabetic Foot in a Selected Population of Patients with Below-the-Knee Disease: Is the Angiosome Model Effective?. Cardiovasc Intervent Radiol (2013) 36:637–644.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>