HIPERTENSI DAN COVID19

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik dimana peningkatan terjadi jika tekanan darah sistolik di atas 120mmHG dan tekanan darah diastolik di atas 80 mmHg. Tekanan darah seseorang termasuk hipertensi stage 1 jika tekanan darah sistolik 130-139 mmHg atau tekanan darah diastolik 80-89 mmHg. Tekanan darah dikategorikan dalam hipertensi stage 2 apabila tekanan darah sistoliknya ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastoliknya ≥ 90 mmHg.
COVID19 adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus corona. Sebagian besar orang yang terinfeksi virus COVID19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis mendasar seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker mempunyai prognosis yang lebih buruk.
Laporan awal dari China mencatat bahwa hipertensi adalah salah satu komorbiditas yang paling umum (20-30% kasus) terkait dengan kebutuhan akan dukungan ventilator karena komplikasi pernapasan yang parah akibat infeksi COVID19. Analisis ini tidak menyesuaikan usia, yang penting karena hipertensi sangat umum pada orang tua ( lebih dari 50% pada orang berusia di atas 60 tahun adalah hipertensi) dan prevalensi hipertensi meningkat tajam pada orang yang sangat tua.
Pengobatan hipertensi yang direkomendasikan untuk kebanyakan pasien adalah kombinasi ACE Inhibitor atau ARB dengan calcium channel blocker (CCB) atau thiazide seperti diuretik. Sampai saat ini,belum ada penelitian pada manusia yang menunjukkan hubungan independen antara penggunaan blocker RAS dan pengembangan komplikasi yang parah pada infeksi COVID19, setelah penyesuaian usia dan komorbiditas lainnya. Namun demikian, anda bila mempunyai penyakit hipertensi hars berkonsultasi dengan dokter anda. Konsultasikan penyakit hipertensi anda menggunakan telemedicine agar kunjungan ke fasilitas kessheatan berkurang sehingga resiko anda terkena COVID19 juga berkurang.
Pada pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit dan mempunyai COVID19 harus dilihat apakah mempunyai hipertrofi ventrikel dan aritmia terutama saat mereka mengalami hipoksia. APabila anda bekerja sebagai dokter umum di rumah sakit dan mendapatkan pasien COVID19 dengan hipertensi jangan lupa langsung konsulkan dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Referensi

  1. Whelton et al. 2018. The 2018 European Society of Cardiology/European Society of Hypertension and 2017 American College of Cardiology/American Heart Association Blood Pressure Guidelines. Jama, vol 32 volume 320, number 17, p: 1749-1750
  2. https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
  3. The European Society for Cardiology. ESC Guidance for the Diagnosis and Management of CV Disease during the COVID-19 Pandemic. https://www.escardio.org/Education/COVID-19-and-Cardiology/ESCCOVID-19-Guidance. (Last update: 28 May 2020)

PENYAKIT JANTUNG DAN COVID19


Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) menyebabkan covid19 dan saat ini sudah menjadi pandemik. Saat ini di Indonesia orang yang terinfeksi virus ini sudah mencapai 41431 dan yang meninggal sudah 2276 orang ( data tanggal 17 Juni 2020 ). Virus ini berhubungan dengan bertambahnya komorbiditas pada bidang kardiovaskular. Virus ini juga mempunyai beberapa komplikasi yang berhubungan dengan kardiovaskular.
Covid19 merupakan penyakit pernafasan, tetapi banyak juga pasien yang menderita penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, injuri akut pada jantung, dan miokarditis. Hal ini merupakan pemberat pada penyakit paru tetapi juga merupakan etiologi sekunder, karena pada dasarnya acute lung injury sendiri sudah memperberat kerja dari jantung.

Hipotesis mekanisme covid19 pada jantung adalah sebagai berikut : SARS-Cov2 menempati transmembrani ACE2 untuk memasuki sel inang yang meliputi pneumosit tipe 2, makrofag, sel endothelial,perisit, dan miosit kardiak sehingga menyebabkan inflamasi dan kegagalan multiorgan. Infeksi pada sel endothelial ataupun perisit merupakan bagian yang penting karena bisa membuat disfungsi mikrovaskular dan makrovaskular. Jadi, reaksi imunitas berlebih pada penyakit covid19 dapat membuat ketidakstabilan pada plak aterosklerosis sehingga memicu terjadinya sindrom koroner akut.

Jadi kita sebagai dokter harus mengamati pasien yang datang dengan teliti ya dan melakukan pemeriksaan jantung dari pasien, karena covid19 merupakan penyakit yang menjadi tantangan baru bagi kita semua

REFERENSI

  1. The European Society for Cardiology. ESC Guidance for the Diagnosis and Management of CV Disease during the COVID-19 Pandemic. https://www.escardio.org/Education/COVID-19-and-Cardiology/ESCCOVID-19-Guidance. (Last update: 28 May 2020)
  2. www.kawalcovid19.id
  3. https://www.youtube.com/watch?v=q0Y_KmD4chA

ANDA MENDERITA DIABETES MELLITUS?MARI MEMILIH MAKANAN YANG TEPAT SAAT LEBARAN

Sebentar lagi Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tentu saja, akan banyak makanan yang akan dihidangkan. Lalu, bagaimana bila Anda menderita Diabetes Mellitus (DM)?Apakah tidak boleh sama sekali memakan makanan yang mengandung gula? Mari kita bahas mengenai asupan gizi yang diperlukan pada penderita DM.

Kebutuhan kalori untuk wanita sekitar 1000-1200 kkal, untuk pria 1200-1600 kkal, dibagi menjadi makan pagi (20%), siang (30%), dan sore (25%), serta 2-3 porsi makanan ringan (10-15%) diantaranya.

Karbohidrat

  • Karbohidrat 45-65% total asupan energy, diutamakan yang berserat tinggi
  • Pembatasan karbohidrat total 130 gr/hari tidak dianjurkan
  • Gula dalam bumbu diperbolehkan, sukrosa <5% total asupan energi
  • Pemanis alternatif dapat dipergunakan asal tidak melebihi batas aman konsumsi harian
  • Makan 3x/hari. Makanan selingan buah atau makanan lain sebagai bagian dari kebutuhan kalori lain dapat diberikan

Lemak

  • Asupan lemak +20-25% kebutuhan kalori. Tidak diperkenankan melebihi 30% total asupan energi
  • Lemak jenuh <7% kebutuhan kalori
  • Lemak tak jenuh ganda < 10%, selebihnya dari lemak tak jenuh tunggal
  • Bahan makanan yang perlu dibatasi adalah yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans antara lain: daging berlemak dan penuh susu (whole milk)
  • Anjuran konsumsi kolesterol < 200mg/hari

Protein

  • 10-20% total asupan energi
  • Sumber protein yang baik adalah seafood (ikan, udang, cumi, dll) , daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, produk susu rendah lemak kacang-kacangan, tahu dan tempe
  • Pada pasien dnegan nefropati: 0,8 g/KgBB/ hari atau 10% kebutuhan energi dan 65% hendaknya bernilai biologik tinggi

Natrium

  • <3000mg atau sama dengan 6-7 gram (1 sendok the) garam dapur
  • Mereka yang hipertensi, pembatasan natrium sampai 2400mg
  • Sumber natrium antara lain adalah garam dapur, vetsin, soda dan bahan pengawet seperti natrium benzoate dan natrium nitrit

Serat

  • Kacang-kacangan, buah, sayuran, serta sumber karbohidrat yang tinggi serat ± 25 g/hari

Pemanis alternatif

  • Fruktosa tidak dianjurkan
  • Pemanis sesuai batas aman konsumsi harian
  • Pemanis tak berkalori yang dapat digunakan: aspartame, sakarin, acesulfam, potassium, sucralose dan neotame

LALU BAGAIMANA DENGAN KALORI HIDANGAN LEBARAN?

Lontong Sayur

Dalam setiap porsinya, jumlah kalorinya adalah 389 kalori. Porsi terbesar adalah karbohidrat sebesar 57 gram, protein 14,5 gram, dan lemak 11 gram.

Opor Ayam

Dalam setiap satu porsi opor ayam, ada 320 kalori. Jumlah ini terdiri dari 11 gram karbohidrat, 15 gram protein, dan porsi terbesar berupa 25 gram lemak.

Rendang Daging

Umumnya, rendang terbuat dari daging sapi. Dalam setiap penyajian, rendang mengandung 468 kalori. Apabila dibedah lebih jauh lagi, kalori ini terdiri dari 26,57 gram lemak, 10,78 gram karbohidrat, dan 47,23 gram protein.

Sambal Goreng Kentang

Dalam sambal goreng kentang per 1 porsi (50gram) terdapat 51 kalori . Jumlah ini terdiri dari 1,51 gram lemak, 5,07 gram karbohidrat, dan 4,36 protein.

Nah setelah tahu hal tersebut, mari kita bijak memilih makanan yang nanti akan kita makan. Jangan sampai kecolongan ya dan membuat lonjakan gula darah dalam tubuh.

dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan bathin.

Referensi

  1. Alwi I et al. Penatalaksanaan Di Bidang Ilmu Penyakit Dalam: Panduan Praktik Klinis. 2017. Jakarta: Interna Publishing
  2. https://www.sehatq.com/artikel/berapa-kalori-hidangan-lebaran
  3. https://sajiansedap.grid.id/read/101810550/resep-lontong-sayur-campur-enak-pilihan-tepat-kalau-bingung-mau-masak-apa-besok?page=all
  4. https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/sambal-goreng-kentang?portionid=27519854&portionamount=1,000

WASPADAI HIPOGLIKEMIA SAAT BERPUASA

Apakah Anda penderita penyakit diabetes mellitus (DM) ? Apakah saat ini Anda sedang berpuasa? Mari kita waspadai hipoglikemia saat puasa. Hipoglikemia adalah keadaan dengan kadar glukosa darah <70mg/dL, atau kadar glukosa darah < 80 mg/dL dengan gejala klinis.

Apa Saja Gejala Yang Akan Anda Alami Jika Anda Mengalami Hipoglikemia?

Terdapat beberapa stadium hipoglikemia mari kita bahas lebih lanjut:

Stadium parasimpatik: lapar, mual, tekanan darah turun

Stadium gangguan otak ringan: lemah, lesu,sulit bicara, kesulitan menghitung sementara

Stadium simpatik: keringat dingin pada muka, bibir atau tangan gemetar

Stadium gangguan otak berat: tidak sadar, dengan atau tanpa kejang

Selain itu ada Trias Whipple Hipoglikemia yaitu:

  1. Gejala yang konsisten dengan hipoglikemia
  2. Kadar glukosa plasma rendah
  3. Gejala mereda setelah kadar glukosa plasma meningkat

Apa Saja Faktor Risiko Terjadinya Hipoglikemia?

  1. Dosis penggunaan insulin yang tinggi
  2. Insufisiensi makanan yang mengandung karbohidrat
  3. Penurunan berat badan yang drastis saat berpuasa
  4. Olahraga yang terlalu berat sehingga meningkatkan tingkat penggunaan karbohidrat dalam tubuh
  5. Menderita penyakit gastroparesis DM

Bagaimana Penatalaksanaan Jika Anda Mengalami Hipoglikemia?

Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan ketika Anda mengalami hipoglikemia:

  • Berikan gula murni 30 gram ( 2 sendok makan ) atau sirop / permen gula murni ( bukan pemanis penggnti gula atau gula diet/gula diabetes ) dan makanan yang mengandung karbohidrat.
  • Hentikan obat hipoglikkemik sementara
  • Pantau glukosa darah sewaktu
  • Pertahankan gula darah di atas 100 mg/dL (bila sebelumnya tidak sadar)
  • Cari penyebabnya

Apa Saja Komplikasi Yang Dapat Dialami?

Komplikasinya dapat terjadi berbagai hal yaitu kerusakan otak, koma, dan kematian

Oleh sebab itu, konsultasi diperlukan kepada dokter anda untuk mengetahui penggunaan obat dm anda, dan tingkat resiko anda terkena hipoglikemia ketika anda berpuasa

Referensi

  1. Alwi I, dkk. 2017. Panduan Praktik Klinis Ilmu Penyakit Dalam. Hipoglikemia. Jakarta: Interna Publishing, p: 73-75.
  2. Kalra S, Mukherjee JJ, Venkataraman S, et al. Hypoglycemia: The neglected complication. Indian J Endocrinol Metab. 2013;17(5):819‐834. doi:10.4103/2230-8210.117219

TIPS BERPUASA BAGI ANDA YANG MEMPUNYAI PENYAKIT JANTUNG

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, kita semua pasti bergembira karena akan berpuasa selama satu bulan penuh. Lalu bagaimana dengan Anda yang mempunyai penyakit jantung?Apakah bisa berpuasa? Hal ini tergantung dengan penyakit anda. Apabila anda mengalami penyakit jantung yang stabil maka Anda dapat berpuasa karena pada pasien dengan penyakit jantung yang stabil puasa dapat sangat bermanfaat karena dapat menaikkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, selain itu berpuasa juga dapat menurunkan faktor faktor penyebab peradangan. Namun, apabila Anda baru-baru ini mengalami serangan jantung, Anda disarankan untuk tidak berpuasa terlebih dahulu.

Berikut tips berpuasa pada Anda yang mempunyai penyakit jantung:

  • Hindari makan-makanan yang mengandung lemak jenuh

Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh Anda sehingga dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. The American Heart Association merekomendasikan hanya 5%-6% lemak jenuh dalam makanan sehari-hari. Misalnya, jika Anda membutuhkan 2000 kalori sehari maka maksimal Anda mengkonsumsi lemak jenuh hanya 120 kalori. Lemak jenuh ini terdapat pada banyak makanan. Mayoritas berasal dari sumber hewani, seperti daging dan produk susu.

  • Perbanyak makan sayuran

Sayuran mengandung banyak nutrisi dan fitokimia yang telah banyak diketahui sangat baik untuk penyakit jantung. Beberapa mekanismenya adalah dengan memodulasi aktivitas enzim, regulasi tekanan darah, regulasi metabolisme lipid dan glukosa, pengaruh pada aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antiplatelet, efek pada fungsi endotel, dan pelemahan kerusakan miokard. Sayuran hijau seperti bayam dan kale mengandung vitamin k yang mencegah terjadinya pembekuan darah di arteri. Kacang-kacangan mengandung banyak micronutrient seperti mangan dan magnesium yang dapat menurunkan LDL sebanyak 16%. Tomat mengandung zat likopen yang merupakan pigmen tumbuhan alami dengan sifat antioksidan yang kuat. Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas berbahaya, mencegah kerusakan oksidatif dan peradangan, yang keduanya dapat berkontribusi pada penyakit jantung.

  • Periksa rutin berat badan, denyut jantung, dan tekanan darah.

Pemeriksaan secara rutin dapat membuat Anda mengetahui dan mengontrol penyakit Anda. Selain itu, minumlah obat-obatan Anda sesuai dengan petunjuk dokter.

Referensi

  1. https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Heart-Patients.aspx
  2. Malinowski B, Zalewska K, Węsierska A, et al. Intermittent Fasting in Cardiovascular Disorders-An Overview. Nutrients. 2019;11(3):673. Published 2019 Mar 20. doi:10.3390/nu11030673.
  3. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/saturated-fats
  4. Blekkenhorst LC, Sim M, Bondonno CP, et al. Cardiovascular Health Benefits of Specific Vegetable Types: A Narrative Review. Nutrients. 2018;10(5):595. Published 2018 May 11. doi:10.3390/nu10050595
  5. https://www.healthline.com/nutrition/heart-healthy-foods#section9

PERLUKAH TAMBAHAN VITAMIN C DI MASA PANDEMI COVID19 ???

Vitamin adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk berbagai proses biokimia dan fisiologis dalam tubuh. Vitamin diklasifikasikan berdasarkan kelarutannya,  vitamin yang larut dalam air (vitamin C dan B kompleks ) dan vitamin yang larut lemak (vitamin A, D, E, K). Vitamin C yang disebut juga dengan asam askorbat. Vitamin ini ditemukan pada tahun 1923. Vitamin C berfungsi dalam pengaktifan enzim, mengurangi stress oksidatif, dan meningkatkan fungsi imun tubuh. Oleh karena itu, vitamin C sangat bermanfaat dalam pencegahan penyakit flu, dan penyakit kardiovaskular.

Bagaimana Sih Peran Vitamin C dalam Pencegahan Flu?

Vitamin C dianggap mengurangi durasi dan tingkat keparahan gejala flu dengan meningkatkan respons imun dan dengan berfungsi sebagai antihistamin. Peningkatan konsentrasi vitamin C di lapisan saluran pernapasan, bisa memberikan perlindungan antioksidan dengan cepat ke jaringan paru-paru dan melemahkan stres oksidatif di saluran pernafasan. Pada penelitian di populasi Jepang, suplementasi harian vitamin C 500mg/hari mengurangi flu 20% dalam 3 tahun. 

Trus Bagaimana Peran Vitamin C dalam Pencegahan Penyakit Kardiovaskular?

Vitamin C diduga dapat mencegah penyakit kardiovaskular dengan mencegah perubahan oksidatif menjadi LDL. Selain itu, vitamin C telah terbukti mengurangi adhesi monosit ke endotelium sehingga mengurangi terjadinya atherosclerosis. Studi juga menunjukkan bahwa vitamin C dapat mencegah apoptosis sel otot polos pembuluh darah, yang membantu plak di pembuluh darah menjadi lebih stabil jika atherosclerosis sudah terjadi.

Kemudian Bagaimana Peran Vitamin C Dalam COVID19?

Karena tidak adanya terapi spesifik untuk covid19, maka terapi tambahan berupa vitamin C dosis tinggi dapat dipertimbangkan. Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa vitamin C dapat mempengaruhi sistem imun tubuh, seperti fungsi fagosit, produksi limfosit T, dan interferon.  Studi juga menunjukkan bahwa pada tiga orang pasien covid19 yang mendapatkan terapi vitamin C mempunyai tingkat pneumonia yang lebih rendah.

Kebutuhan vitamin C harian kita adalah kurang lebih 90mg. Apabila mengkonsumsi vitamin C dosis sangat tinggi selama beberapa lama maka bisa meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi vitamin C dalam bentuk buah-buahan saja ya selama masa pandemi ini agar kita menjadi lebih sehat.

Referensi

  1. Chambial S et al. Vitamin C in Disease Prevention and Cure: An Overview. Ind J Clin Biochem (Oct-Dec 2013) 28(4):314–328.
  2. Schlueter A et al. Vitamin C: Overview and Update. 2011. Journal of Evidence-BasedComplementary & Alternative Medicine; 16(1);p:  49-57.
  3. Moser MA, Chun OK. Vitamin C and Heart Health: A Review Based on Findings from Epidemiologic Studies. Int J Mol Sci. 2016;17(8):1328. Published 2016 Aug 12. doi:10.3390/ijms17081328
  4. Hemilä H. Vitamin C and SARS coronavirus. J Antimicrob Chemother. 2003;52(6):1049–1050. doi:10.1093/jac/dkh002
  5. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jmv.25707

PENANGANAN PASIEN COVID19 DALAM KARDIOLOGI INTERVENSI

Selama pandemic covid19, tenaga medis mengalami banyak masalah, seperti kurangnya sumber daya dan peralatan yang tidak tersedia serta resiko penularan infeksi bagi tenaga medis. Berikut adalah panduan penanganan pasien yang membutuhkan intervensi kardiologi dari President SCAI (Society for Cardiovascular Angiography and Intervention) :

PASIEN YANG SUDAH POSITIF COVID19

Pada Pasien STEMI dan NSTEMI dengan kondisi hemodinamik tidak stabil, pasien harus dibawa ke cath lab untuk angiografi maupun PCI Primer dengan perlindungan penyakit menular untuk seluruh tim medis yang ada di cath lab. Pasien yang sudah mendapatkan terapi fibrinolisis tetap harus dilakukan PCI jika klinis pasien mendukung. Untuk pasien NSTEMI yang dinyatakan stabil dapat dilakukan angiografi koroner ketika pasien sudah dalam masa yang tidak infeksius. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir paparan pada tim medis cath lab.

PASIEN SUSPECT COVID19

Ketika pasien datang dengan STEMI maka mereka harus ditangani dengan Primary PCI tanpa menunggu hasil tes yang keluar karena pada saat ini tidak ada tes yang sangat cepat untuk mendiagnosis Covid19. Ketika pasien datang dengan NSTEMI maka pasien dilakukan angiografi jika hasil tes negatif Covid19.

PASIEN CATH LAB ELEKTIF

Pada pasien pasien yang membutuhkan tindakan elektif disarankan isolasi di rumah terlebih dahulu dan tindakan dilakukan beberapa minggu ke depan dengan melihat situasi dari pandemi covid19.

Referensi

  1. http://www.scai.org/press/detail/evolving-pandemic-of-covid-19-interventional-cardi#.XnxZ4-ozbIU
  2. https://www.acc.org/latest-in-cardiology/articles/2020/03/18/15/07/poll-covid-19-and-interventional-cardiology

MENGAPA ANDA TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMBELI CHLOROQUINE DAN HYDROXYCHLOROQUINE TANPA RESEP DOKTER?

Chloroquine fosfat merupakan obat keras yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Chloroquine merupakan oabt anti malaria golongan 4 aminokuinolon. Obat ini juga digunakan untuk mengobati amebiasis. Chloroquine dapat diresepkan oleh dokter untuk dewasa dan anak-anak. Obat ini juga aman untuk ibu hamil dan menyusui. Chloroquine biasanya diminum sebelum bepergian ke daerah endemi malaria. Baik orang dewasa maupun anak-anak harus meminum satu dosis chloroquine per minggu mulai setidaknya 1 minggu sebelum bepergian ke daerah endemic malaria. Mereka harus mengambil satu dosis per minggu selama di tempat tersebut, dan selama 4 minggu berturut-turut setelah pergi.

Hydroxychloroquine merupakan obat antimalaria. Selain untuk malaria obat ini juga dapat digunakan untuk pengobatan pada penyakit autoimun seperti artritis rheumatoid dan lupus. Untuk pencegahan malaria, minum obat ini sekali seminggu sekali pada hari yang sama dalam seminggu, atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Untuk lupus dan artritis rheumatoid, obat ini biasa diminum satu atau dua kali sehari sesuai anjuran dokter Anda.

APAKAH BENAR KEDUA OBAT INI DAPAT MENYEMBUHKAN COVID19?

Kedua obat ini memang pernah digunakan di China untuk pengobatan covid19. Namun demikian, hal ini masih menjadi penelitian lebih lanjut. Kedua obat ini mempunyai potensial dalam menghambat virus corona dan uji klinik terhadap kedua obat ini masih berlangsung.

BENARKAH KEDUA OBAT INI DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN? LALU APA SAJA DAMPAK NYA UNTUK JANTUNG ANDA?

Iya benar, kedua obat ini dapat menyebabkan kematian. Hal ini karena terdapat dampak terhadap jantung Anda yaitu toksisitas kardiak. Terdapat kelainan konduksi jantung pada 85% pasien yang menggunakan dalam jangka waktu yang lama, pada 22% pasien juga dapat menyebabkan pembesaran jantung, selain itu dapat juga menyebabkan hipertensi pulmonal dan gagal jantung.

Oleh sebab itu, penggunaan kedua obat ini harus sesuai indikasi dan menggunakan resep dokter.

Referensi

  1. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682318.html
  2. https://www.cdc.gov/malaria/resources/pdf/fsp/drugs/Chloroquine.pdf
  3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 044/Menkes/SK/I/2007.
  4. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5482/hydroxychloroquine-oral/details
  5. Hu, T.Y., Frieman, M. & Wolfram, J. Insights from nanomedicine into chloroquine efficacy against COVID-19. Nat. Nanotechnol. (2020). Available at:  https://doi.org/10.1038/s41565-020-0674-9.
  6. Chatre C, Roubille F, Vernhet H, Jorgensen C, Pers YM. Cardiac Complications Attributed to Chloroquine and Hydroxychloroquine: A Systematic Review of the Literature. Drug Saf. 2018;41(10):919–931. doi:10.1007/s40264-018-0689-4

SESAK NAFAS

Saat ini negara kita sedang mengalami situasi darurat karena penyakit covid19 (mari dibaca artikel mengenai penyakit ini di http://drdonoantonosppdkkv.com/pneumonia-corona-virus-disease-covid-19/ ) . Salah satu gejala penyakit ini yang mengharuskan seseorang dibawa ke rumah sakit adalah sesak nafas. Mari kita bahas mengenai sesak nafas.
Sesak nafas adalah kesadaran abnormal dimana terdapat rasa tidak nyaman saat bernafas. Frekuensi pernafasan normal pada orang dewasa adalah 14-20 kali per menit. Sesak nafas ini terjadi karena tidak terpenuhinya kadar oksigen ke paru-paru kita. Berikut variasi dari dyspnea:
• Takipnea : Napas yang cepat
• Hiperpnea : Napas yang dalam
• Orthopnea : Sesak napas pada posisi tidur
• Platipnea : Sesak napas pada posisi tegak
• Trepopnea : Sesak napas pada posisi berbaring ke kiri/kanan

APA SAJA PENYEBAB SESAK NAFAS?
Banyak penyakit yang dapat menyebabkan sesak nafas, diantaranya adalah:

  • Penyakit Gagal Jantung

Gejala sesak nafas karena penyakit gagal jantung biasanya dipicu oleh aktivitas fisik karena kegagalan pompa jantung untuk mengkompensasi kebutuhan yang meningkat. Hal ini dikenal dengan istilah dysneu d’effort. Gejala sesak nafas yang timbul jika pasien tidur terlentang disebabkan ortopnu,  hal ini disebabkan edema paru interstisial yang tersebar ke paru bagian atas dan bawah pada posisi terlentang sehingga oksigenasi darah terganggu. Biasanya anda akan membutuhkan dua atau tiga bantal untuk mengurangi sesak nafas. Selain itu pada penyakit jantung terdapat gejala paroxysmal nocturnal dypneu (PND) yaitu sesak nafas berat yan membangunkan pasien dari tidurnya di malam hari.

  • Pneumonia Covid-19

Pada penyakit ini gejala sesak nafas biasanya diikuti demam dan batuk. Hal ini terjadi pada 2-14 hari setelah anda bepergian ke negara atau wilayah terjangkit maupun setelah anda kontak dengan pasien yang sudah dinyatakan positif virus corona. 

  • Asma

Sesak pada asma dapat menyebabkan pasien terbangun pada malam hari. Pasien asma umumnya mempunyai gejala sesak nafas disertai dengan mengi.

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Sesak pada PPOK biasanya disertai dengan mengi yang timbul pada saat bangun pagi.

  • Penyakit Jantung Miokarditis

Penyakit jantung miokarditis juga dapat menyebabkan sesak nafas. Saat pemeriksaan ekokardiografi maka akan tampak pembesaran jantung dan penurunan ejection fraction. Apabila miokarditis ini disebabkan oleh covid19 maka dapat diikuti dengan gejala diare.

BAGAIMANA PENANGANAN SESAK NAFAS AKUT?

Apabila Anda atau Keluarga Anda ada yang sesak , Anda harus segera ke Unit Gawat Darurat. Anda akan diperiksa saturasi oksigen, lalu dievaluasi penyebab lebih lanjut dan diberikan terapi sesuai penyebab penyakit.

Referensi

  1. Setiati S et all. 2017. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis Komprehensif. Jakarta: Interna publishing.
  2. Guttikonda et all. 2018. Approach to undifferentiated dyspnea in emergency department: aids in rapid clinical decision-making. International Journal of Emergency Medicine. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5884754/pdf/12245_2018_Article_181.pdf
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK357/
  4. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html
  5. https://www.youtube.com/watch?v=mFJVmypySk0
  6. Hu et all. 2020. Coronavirus Fulminant Myocarditis Saved With Glucocorticoid and Human Immunoglobulin. European Society of Cardiology Cardiovascular Flashlight; p:1.

PNEUMONIA CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19)

Apasih sebenarnya penyakit yang lagi ramai dibicarakan ini?

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sindrom gejala
klinis yang muncul beragam, dari mulai tidak berkomplikasi (ringan) sampai syok septik (berat).

Bagaimana gejalanya untuk menentukan apakah anda terkena penyakit ini?


Infeksi COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam (suhu >38⁰C), batuk dan kesulitan bernapas. Selain itu dapat disertai dengan sesak memberat, fatigue, mialgia, gejala gastrointestinal seperti diare dan gejala saluran napas lain. Setengah dari pasien timbul sesak dalam satu minggu. Pada kasus berat perburukan secara cepat dan progresif, seperti ARDS, syok septik, asidosis metabolik yang sulit dikoreksi dan
perdarahan atau disfungsi sistem koagulasi dalam beberapa hari. Pada beberapa pasien, gejala yang muncul ringan, bahkan tidak disertai dengan demam. Kebanyakan pasien memiliki prognosis baik, dengan sebagian kecil dalam kondisi kritis bahkan meninggal.

Nah….gejala-gejala tersebut sebaiknya anda waspadai apabila anda merasakannya setelah 14 hari bepergian ke China maupun negara lainnya yang terjangkit.

Bagaimana bila kita merasakan gejala gejala tersebut?


Sebaiknya Anda segera memeriksakan ke dokter terdekat

Yuu kita cegah bersama penularan penyakit ini dengan cara:

  • Mencuci tangan
  • Tutup hidung dan mulut ketika bersin menggunakan siku atau tissue kemudian cuci tangan dan buang tissue ke tempat sampah
  • Hindari kontak dengan banyak orang ketika anda menderita batuk dan demam

Referensi

  1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2020. Pneumonia covid 19: diagnosis dan penatalaksanaan di indonesia. Jakarta: PDPI
  2. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/technical-guidance/infection-prevention-and-control
  3. https://youtu.be/mOV1aBVYKGA