Mari Kita Belajar EKG Dasar

Prinsip Dasar Fungsi Jantung

Kardiak output adalah peristiwa kardiovaskular terpenting yang diperlukan untuk mempertahankan aliran darah ke seluruh tubuh. Selain volume darah dan kekuatan kontraktilitas, jantung harus mempertahankan siklus relaksasi dan kontraksi yang teratur. Peristiwa klasik yang diperlukan adalah kontraksi jantung yang berirama dan relaksasi dari atrium dan ventrikel. Jantung terdiri dari 2 sel utama yaitu sel yang bekerja dan sel khusus seperti sel konduktif. Sel-sel yang bekerja adalah otot atau miokard atrium dan ventrikel. Sel-sel khusus termasuk Sinoatrial node (SA node), Atrioventricular node (AV node), bundle His, dan serat Purkinje. Sel-sel ini menginisiasi dan mengkonduksi impuls listrik ke seluruh miokardium. Untuk memulai impuls, sel-sel khusus memiliki sifat yang disebut otomatisitas, yang mencerminkan kemampuan untuk memulai listrik impuls spontan. Setiap siklus jantung dimulai dengan impuls, secara spontan dihasilkan oleh SA node, yang selanjutnya menyebar ke seluruh saraf jaringan konduktif dan ke otot (miokard). Apabila terjadi kelainan dalam sistem konduksi disebut dengan aritmia atau disritmia.

Membaca EKG

Mari kita mempelajari cara membaca EKG dengan teknik yang sederhana

Irama

Irama sinus adalah irama dimana setiap gelombang P diikuti oleh kompleks QRS (irama berasal dari nodus SA)

Rate (Denyut Jantung)

Denyut jantung normal : 60-100 x/menit

Takikardi                              : > 100x/menit

Bradikardi                            : < 60x/menit

Axis Jantung

Aksis Sudut I aVF
Aksis Normal -30o sampai +90o + +
Deviasi Aksis ke kiri -30o sampai -90o +
Deviasi Aksis ke kanan +110o sampai +180o +
Deviasi aksis ektrim ke kanan -90o sampai +180o

Hipertrofi (Pembesaran)

Pembesaran Atrium (Lihat Gelombang P di sadapan II dan VI)

Pembesaran atrium kanan (right atrial enlargement/ RAE) ditandai oleh:

  • Amplitudo bagian pertama gelombang P yang meningkat > 2.5mm (P pulmonal)
  • Gelombang P bifasik di sadapan V1 dan dominan defleksi positif
  • Tidak ada perubahan pada durasi gelombang P
  • Kemungkinan deviasi aksis gelombang P ke kanan

Pembesaran atrium kiri (left atrial enlargement/LAE)  ditandai oleh:

  • Selalu terdapat peningkatan durasi gelombang P > 0,11 detik (P mitral)
  • Gelombang P bifasik di sadapan V1 dengan bagian inversi yang lebih dominan
  • Tidak ada deviasi aksis yang bermakna

Pembesaran ventrikel kanan ditandai oleh:

  • Adanya deviasi aksis ke kanan
  • Gelombang R lebih tinggi daripada gelombang S pada sandapan V1, sedangkan gelombang S lebih tinggi dari gelombang R pada sadapan V6
  • Pada V1 rasio R:S > 1
  • Gelombang S menetap di sadapan V5 dan V6 ( S persistent)

Pembesaran ventrikel kiri ditandai oleh:

Kriteria precordial:

  • Amplitudo gelombang R pada sadapan V5 atau V6 ditambah dengan amplitude gelombang S pada sadapan V1 atau V2 > 35 mm (Kriteria Sokolow+Lyon)
  • Amplitudo gelombang R pada sadapan V5> 26 mm
  • Amplitudo gelombang R pada sadapan V6>18mm
  • Depresi segmen ST dan inversi gelombang T asimetris di V5 dan V6

Kriteria sadapan ekstremitas:

  • Amplitudo gelombang R d aVL > 13 mm
  • Amplitudo gelombang R di aVF> 21 mm
  • Amplitudo gelombang R di sadapan I > 14mm

Kriteria Cornel:

Jumlah tinggi gelombang R di aVL dengan dalamnya gelombang S pada V3 > 28mm (laki-laki) dan > 20 mm (perempuan)

Iskemik dan Infark

Lokasi Infark Elevasi segmen ST Perubahan
Resiprokal
Arteri
Koroner
Anteroseptal V1,V2,V3,V4 V7,V8,V9 LAD
Anterior V3 dan V4 V7, V8, V9 LAD
Septum V1 dan V2 V7,V8,V9 LAD
Lateral V5 dan V6 II, III, aVF LCX
Anteroseptal I, aVL, V3, V4, V5,V6 II, III, Avf, v7, v8, v9 LAD, LCX
Anterior-Ekstensif I, aVL, V1-V6 II, III, aVF LAD, LCX

Bundle Branch Block

Kriteria Right Bundle Branch Block

  • Deviasi aksis kanan
  • Kompleks QRS melebar
  • RSR’ pada sadapan V1 dan V2 (telinga kelinci) disertai depresi segmen ST dan inversi gelombang T
  • Perubahan resiprokal pada sadapan V5,V6, I, dan aVL

Kriteria Left Bundle Branch Block

  • Kompleks QRS melebar > 0.12 detik
  • Gelombang R lebar dan bertakik dengan gerakan menarik ke atas yang semakin memanjang pada sadapa V5, V6, I, dan aVL disertai depresi segmen ST dan inversi gelombang T
  • Perubahan resiprokal pada V1 dan V2
  • Dapat ditemukan deviasi aksis ke kiri

Referensi

  1. Becker D. Fundamentals of Electrocardiography Interpretation. Anesth Prog. 2006;  53:53–64.
  2. Malcom S, Thaler. 2007. The Only One EKG Book You’ll Ever Need. Fifth Edition. Lippincott William & Wilkins.

Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Jantung

  • Umur masih muda sehingga tidak mungkin terkena penyakit jantung

Di Amerika Serikat penyakit jantung banyak terjadi setelah umur 60 tahun dan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan akan terjadinya penyakit jantung pada usia muda. Bahkan terdapat beberapa kejadian serangan jantung mendadak pada usia muda.

  • Penyakit jantung hanya terjadi pada orang dengan nyeri dada kiri.

Nyeri dada adalah presentasi yang paling umum dari penyakit jantung infark miokard akut. Manifestasi klinis iskemia biasanya digambarkan sebagai tekanan dada yang berat atau meremas, perasaan terbakar , atau kesulitan bernafas. Ketidaknyamanan atau nyeri sering menjalar ke bahu, leher, atau lengan kiri. Nyeri dada mungkin atipikal dalam beberapa kasus dan tidak selalu tepat di dada kiri. Bahkan bisa saja lokasi nyeri seperti sakit maag yaitu di bagian ulu hati. Hal itu terjadi dalam intensitas selama beberapa menit.

  • Hipertensi hanya pada orang dengan sakit kepala

Hipertensi dan sakit kepala memang berhubungan. Hipertensi membuat sakit kepala karena tekanan darah yang tinggi mempengaruhi sawar darah otak. Namun, tidak semua hipertensi yang menyebabkan orang sakit kepala. Untuk hipertensi ringan dan sedang biasanya tidak menyebabkan sakit kepala. Jadi sebaiknya tetap mengkonsultasikan dan memeriksa tekanan darah anda secara rutin.

  • Kaki baal dan nyeri saat berjalan pada orang lanjut usia adalah hal yang wajar.

Kaki baal dan nyeri saat berjalan bukanlah suatu hal yang wajar namun merupakan gejala dari penyakit tertentu. Bisa jadi hal ini merupakan gejala dari penyakit arteri perifer (PAP). Penyakit arteri perifer adalah sebuah penyakit silent killer. Penyakit ini merupakan penyakit obstruksi pada arteri yang mengakibatkan menurunnya aliran darah arteri yang pada awalnya hanya selama berolahraga dan lama-lama akan dirasakan saat beristirahat Tanda dan gejala khas dari penyakit ini adalah kelelahan pada otot, kram otot, atau nyeri saat berjalan yang akan berkurang dengan beristirahat. Untuk mengetahuinya anda dapat berkonsultasi kepada dokter anda untuk dilakukan pemeriksaan ankle brachial index (ABI). Interpretasi pengukuran ABI yaitu apabila < 0,50 termasuk penyakit arterial yang berat, 0,50-0,79 termasuk penyakit arterial sedang, 0,80-0,89 termasuk penyakit arterial yang ringan, dan pasien dikatakan normal apabila hasil pengukuran ABI 1,0-1,2. 

  • Minum kopi dapat menyebabkan penyakit jantung

Di dalam kopi terdapat kandungan kafein. Kafein mempunyai banyak efek metabolik seperti merangsang sistem saraf pusat, membebaskan asam lemak bebas dari jaringan adipose/ jaringan lemak,dan mempengaruhi ginjal yang dapat membuat seseorang buang air kecil lebih sering. Banyak penelitian telah dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan langsung antara kafein, minum kopi dan penyakit jantung koroner. Hasilnya masih diperdebatkan. Namun, bila meminum kopi 1-2 per hari masih dapat ditoleransi oleh tubuh. Individu yang terbiasa dengan kafein dapat mengalami “caffeine withdrawal” 12-24 jam setelah dosis terakhir kafein. Itu dapat ditoleransi dalam 24-48 jam. Gejala yang paling menonjol adalah sakit kepala. Mereka juga bisa merasakan kecemasan, kelelahan, kantuk, dan depresi.

  • VAP/Rokok elektrik aman dan tidak menyebabkan penyakit jantung.

Rokok elektrik atau yang biasa disebut dengan VAP merupakan alat elektronik dengan menggunakan cairan yang biasa disebut dengan e-juice, atau vap-juice. Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa orang yang menggunakan rokok normal dan e-rokok memiliki beberapa risiko komplikasi jantung:

59% peningkatan risiko nyeri dada atau serangan jantung

40% peningkatan risiko penyakit jantung

71% peningkatan risiko stroke

  • Pasien dengan Diabetes Mellitus bila sudah minum obat teratur tidak akan terkena penyakit jantung.

Hal ini tidak benar. Walaupun sudah meminum obat secara teratur, penderita diabetes mellitus tetap dapat terkena penyakit jantung. Apalagi bagi para penderita diabetes mellitus yang menggunakan obat-obatan seperti rosiglitazone dan pioglitazone. Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Referensi

  1. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322451.php
  2. Malik et all. Chest Pain as a presenting complaint in patients with acute myocardial infarction (AMI). Pak J Med Sci, 2013,  vol 29, p: 565-568.
  3. European Society of Cardiology. ESC Guidelines on the diagnosis and treatment of peripheral artery diseases. European Heart Journal (2011) 32, p: 2851–2906.
  4. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/caffeine-and-heart-disease
  5. https://www.conehealth.com/services/heart-vascular-care/is-vaping-safe-it-can-cause-higher-risk-of-heart-attack-accordin/

APAKAH ANDA SEORANG PELARI?WASPADAI PENYAKIT HIPERTROFI KARDIOMIOPATI!

Latihan fisik secara teratur dikaitkan dengan peningkatan dimensi jantung yang dapat tercermin pada pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Namun demikian, membedakan mekanisme remodeling yang normal dan tidak normal perlu dipahami sebagai tenaga kesehatan, karena pembesaran ruang jantung yang signifikan dapat menjadi sebuah tanda. Hal ini yang menyebabkan para pelari maupun atlet mempunyai risiko kematian jantung mendadak (SCD/ sudden cardiac death) yang lebih besar. Sekitar 80% kematian pada pelari ataupun pada atlet muda yang berusia < 35 tahun disebabkan oleh adanya kelainan struktural maupun kelainan fungsional kardiovaskular yang menyebabkan terjadinya aritmia yang belanjut dengan kematian jantung mendadak (SCD). Hipertrofi Kardiomiopati (HCM) didefinisikan sebagai peningkatan ketebalan ventrikel atau massa dinding tanpa adanya kondisi seperti hipertensi maupun penyakit katup maupun kelainan lain yang dapat diamati. 

PENYEBAB

Penyebab terjadinya hipertrofi kardiomiopati adalah adanya mutasi gen pengkode di dalam tubuh kita yang mempengaruhi protein sarkomer dari jantung.

APA SAJA GEJALA YANG AKAN DIRASAKAN?

  • Cepat lelah.
  • Pusing.
  • Pingsan
  • Jantung terasa berdebar-debar (palpitasi).
  • Rasa nyeri di dada, biasanya setelah berolahraga.
  • Sesak napas.

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan biasanya tidak diberikan pada pasien-pasien yang tidak menunjukkan gejala. Pada pasien dengan keluhan sesak nafas dan mempunyai gagal jantung dapat diberikan obat golongan beta blocker. Selain itu, dapat diberikan diuretik dan ACE inhibitor. Konsultasikan dengan dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM FICA untuk mengetahui pengobatan lebih lanjut.

REFERENSI

  1. Wilson et al. Hypertrophic cardiomyopathy and ultraendurance running – two incompatible entities? Journal of Cardiovascular Magnetic Resonance . 2011; vol 13; p: 1-9
  2. Ramaraj, R. (2008). Hypertrophic Cardiomyopathy. Cardiology in Review, 16(4), 172–180.
  3. https://www.youtube.com/watch?v=_wQTmaRCeDE

SINDROM VENA CAVA SUPERIOR

DEFINISI

Sindrom vena kava superior (SVKS) merupakan kumpulan gejala akibat obstruksi aliran darah yang melewati vena kava superior.

PENYEBAB

Penyebab Sindrom Vena Kava Superior diantaranya adalah:

  • 80% disebabkan oleh tumor mediastinum yang malignant
  • Limfoma non Hodgkin
  • Fibrosis mediastinal
  • Penyakit vaskular, seperti aneurisma aorta, vaskulitis, dan fistula arteriovenous
  • Infeksi seperti tuberkulosis, sifilis, dan aktinomikosis
  • Tumor mediastinal yang benigna seperti teratoma, tymoma, dan kista dermoid
  • Penyebab kardiak seperti pericarditis dan atrial myxoma
  • Thrombosis yang berhubungan dengan central vein catheters

PATOFISIOLOGI

Vena Cava Superior adalah pembuluh drainase utama untuk darah vena dari kepala, leher, ekstremitas atas, dan rongga dada atas. Vena ini terletak di tengah mediastinum. Obstruksi vena cava superior dapat disebabkan invasi neoplastic dari dinding vena yang berhubungan dengan thrombosis intravascular, atau dapat disebabkan oleh tekanan ekstrinsik dari massa tumor terhadap vena cava superior yang berdinding tipis. Vena cava superior yang terobstruksi menginisiasi kembalinya darah dari vena kolateral ke jantung dari bagian atas tubuh.

TANDA DAN GEJALA

  • Obstruksi dari vena cava superior à kongesti dan edema dari muka dan bagian atas dada
  • Obstruksi dari vena cava inferior à edema pada bagian perut dan anggota gerak bawah
  • Selain gejala yang khas seperti di atas dapat pula disertai dengan batuk, nyeri dada, disfagia, nyeri kepala, dan mual.

DIAGNOSIS BANDING

  1. Kardiak tamponade
  2. Mediastinitis
  3. Aneurisma Aorta Thoracalis
  4. Tuberculosis

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan untuk penderita dengan SVKS sangat individual, faktor

yang perlu dipertimbangkan adalah :

  • Ada atau tidak kegawatan pada SVKS itu yang apabila tidak dilakukan tindakan segera dapat menyebabkan kematian.
  • Bisa atau tidak melakukan prosedur diagnostik
  • Cepat atau lambat identifikasi penyakit penyebab
  • Akurasi penilaian

Penatalaksanaan ideal untuk mengatasi SVKS adalah terapi definitif penyebab penyakit, kadang diperlukan pengobatan multimodaliti yaitu kemoterapi, radioterapi, bedah, pemasangan stent, trombolisis dan obat jenis lain.

Berikut adalah gambaran pasien dr. Dono Antono,Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA setelah dilakukan pemasangan stent

REFERENSI

  1. Amin Z. Sindrom Vena Kava Superior pada Pasien dengan Struma Intra Torakal. 2014.  Indonesian Journal of CHEST;vol 1; p: 1-4
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441981/?report=reader
  3. https://emedicine.medscape.com/article/460865-overview#a7
  4. National Cancer Institute’s Cancer Information. Superior vena cava syndrome. Available from URL: http://www.nci.nih.gov/cancerinfo/pdg/supertivecare/ superior-venacava/ patient/
  5. https://www.youtube.com/watch?v=P81nxZpQO4s

PENCEGAHAN SEKUNDER PADA PENYAKIT JANTUNG

MEROKOK

Berhenti merokok terbukti mengurangi tingkat kematian pada pasien dengan penyakit jantung. Dalam penelitian baru-baru ini menyimpulkan bahwa orang yang berhenti merokok setelah infark miokard (MI) atau operasi jantung mengurangi risiko kematian setidaknya sepertiga, dan sama bermanfaatnya dengan memodifikasi faktor risiko lain. Para dokter dianjurkan untuk menanyakan kepada pasiennya mengenai penggunaan rokok setiap harinya dan merekomendasikan mereka untuk berhenti merokok.

KONTROL TEKANAN DARAH

JNC 7 dan AHA merekomendasikan pengontrolan hipertensi pada pasien dengan penyakit jantung apabila pasien mempunyai tekanan darah > 140/80 mmHg atau >130/80 mmHg pada pasien penyakit jantung yang disertai dengan diabetes mellitus maupun dengan penyakit ginjal kronik. Manajemen awal hipertensi setelah infark miokard dengan beta blocker atau angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, dengan obat tambahan ditambahkan secara bertahap untuk mencapai tujuan tekanan darah.

MANAJEMEN LIPID

Tujuan manajemen lipid adalah terkontrolnya kolesterol pada darah, dengan target Kolesterol LDL <100 mg/dl dengan terapi statin, dan pada pasien dengan resiko sangat tinggi kolesterol LDL <70

  • Pada seluruh pasien, profil lipid harus diketahui dan pada pasien jantung saat rawat inap maka pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol harus diberikan sebelum pasien pulang
  • Modifikasi gaya hidup harus dilakukan
  • Terapi diet pada pasien dengan mengurangi intake lemak jenuh <7% dari total kalori yang dibutuhkan, asam lemak trans <1% dari total kalori
  • Terapi statin yang adekuat harus dilakukan agar tercapai kolesterol LDL <100mg/dl dan mencapai setidaknya penurunan kadar kolesterol LDL 30%.
  • Pasien dengan trigliserid ≥ 200mg/dl dapat diterapi dnegan statin dengan memperhatikan penurunan kolesterol non-HDL-C  menjadi < 130 mg/dl
  • Pasien dengan kadar trigliseride > 500mg/dl dapat diberikan terapi golongan fibrat dan golongan statin untuk mencegah terjadinya pankreatitis.

AKTIVITAS FISIK

Untuk semua pasien dengan penyakit jantung, dokter sebaiknya mendorong pasien untuk melakukan aktivitas fisik aerobic dengan intensitas sedang seperti berjalan cepat yang dapat dilakukan 5-7 hari dalam 1 minggu, ditambah dengan peningkatan aktivitas pada kegiatan sehari-hari seperti berkebun dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Hal ini disarankan untuk meningkatkan kebugara kardiorespirasi.

MANAJEMEN BERAT BADAN

Obesitas dikaitkan dengan peningkatan mortalitas pada pasien dengan penyakit jantung. Penurunan berat badan direkomendasikan pada pasien overweight maupun obesitas yang dapat dihitung dari BMI masing-masing pasien.

MANAJEMEN DIABETES MELLITUS TIPE 2

  • Penanganan pasien jantung dengan diabetes mellitus tipe 2 harus dikoordinasikan dengan dokter penyakit dalam terutama bagian endokrinologi
  • Modiikasi gaya hidup, kontrol tekanan darah, dan manajemen lipid sangat direkomendasikan pada seluruh pasien dengan diabetes mellitus.
  • Metformin direkomendasikan sebagai terapi lini pertama jika tidak terdapat kontraindikasi.

OBAT-OBATAN ANTIPLATELET/ANTIKOAGULAN

  • Pengobatan harian dengan aspirin 75-162 mg dianjurkan pada seluruh pasien dengan penyakit kardiovaskular kecuali jika terdapat kontraindikasi
  • Pengobatan harian dengan clopidogrel 75mg dianjurkan sebagai pengobatan alternative apabila terdapat intoleransi aspirin
  • Antagonis reseptor P2Y12 (Ticagleror) yang dikombinasikan dengan aspirin diindikasikan pada pasien SKA (Sindrom Koroner Akut)  maupun pada pasien yang sudah dilakukan PCI atau pemasangan stent/ring jantung.
  • Pada pasien yang akan melakukan operasi jantung bypass, aspirin harus diberikan 6 jam setelah operasi untuk mengurangi penutupan graft vena saphenous. Dosis regimen ini 100mg sampai dengan 325mg yang diberikan selama 1 tahun.
  • Pada pasien dengan eksternal carotid atau vertebral arteriosclerosis yang mempunyai stroke iskemik atau transchient ischemic attack (TIA) , dapat diberikan pengobatan tunggal degan aspirin (75mg setiap harinya), atau pengobatan tunggal clopidogrel (75mg setiap harinya), atau kombinasi dari aspirin dan extended release dipiridamole (25mg dan 200mg setiap harinya).
  • Pada pasien dengan gejala penyakit arteri perifer (PAP) pada ekstremitas bawah , terapi antiplatelet dengan aspirin (75-325mg/hari) atau clopidogrel (75mg/hari) dapat dimulai dan diteruskan.
  • Terapi antiplatelet direkomendasikan untuk terapi antikoagulan dengan warfarin atau antagonis vitamin K lainnya untuk mengobati pasien dengan aterosklerosis.

OBAT-OBATAN RENIN-ANGIOTENSIN ALDOSTERON BLOCKER

  • ACE inhibitor dapat dimulai dan dilanjutkan pada pasien-pasien dengan ejeksi fraksi ventrikel kiri ≤ 40% dan pada pasien dengan hipertensi, diabetes, maupun dengan penyakit ginjal kronik kecuali jika ada kontraindikasi.
  • Pengobatan dengan Angiotensin Receptor Blockers (ARBs) direkomendasikan pada pasien yang mengalami gagal jantung atau mempunyai infark miokard dan dengan ejeksi fraksi ventrikel kiri ≤ 40% dan pada pasien yang mempunyai intoleransi terhadap ACE inhibitor.
  • Pengobatan dengan aldosterone blockade pada pasien post infark miokard  tanpa difungsi ginjal yang signifikan atau hyperkalemia direkomendasikan pada pasien yang sudah mendapatkan dosis terapeutik dari ACE inhibitor dan beta blocker dengan ejeksi fraksi ventrikel kiri ≤ 40% , yang mempunyai penyakit diabetes mellitus maupun gagal jantung.

OBAT-OBATAN BETA BLOCKER

Obat-obatan beta blocker sebaiknya digunakan pada seluruh pasien dengan disfungsi sistolik ventrikel kiri (ejeksi fraksi ≤ 40%) dengan gagal jantung atau infark miokard kecuali apabila terdapat kontraindikasi. Kontraindikasi ini meliputi sakit asma yang membutuhkan bronkodilator atau steroid, syok kardiogenik, detak jantung <50 kali per menit, tekanan sistolik <90mmHg, gagal jantung yang berat, dan terdapat av block derajat dua maupun tiga pada saat pemeriksaan ekg.

VAKSINASI INFLUENZA

Pasien-pasien dengan penyakit jantung sebaiknya melakukan vaksinasi influenza setiap tahunnya.

REHABILITASI KARDIAK

Terdapat rekomendasi yang kuat bahwa pada pasien-pasien dengan Sindrom Koroner Akut (SKA) dan pasien yang menjalani revaskularisasi untuk mengikuti program rehabilitasi kardiak untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Rehabilitasi kardiak dapat dilakukan saat pasien dirawat di rumah sakit maupun saat kontrol ke dokter. Pada pasien jantung dengan risiko rendah program rehabilitasi kardiak dapat dilakukan di rumah dengan supervise dari dokter.

REFERENSI

  1. Sidney et al. AHA/ACCF Secondary Prevention and Risk Reduction Therapy for Patients With Coronary and Other Atherosclerotic Vascular Disease: 2011 Update. 2011. A Guideline From the American Heart Association and American College of Cardiology Foundation; p: 2458-2469.
  2. Scott L. and Todd Lorenc, Secondary Prevention of Coronary Artery Disease, Am Fam Physician Journal. 2010 Feb 1;81(3):289-296.
  3. Hasenfu G. Secondary prevention of cardiovascular diseases: current state of the art. Kardiologia Polska 2018; 76, 12: p: 1671–1679.
  4. https://www.healthcareglobal.com/pharmaceutical/
  5. https://www.youtube.com/watch?v=rZkbSReO0co

PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Penyakit ini juga merupakan penyebab utama kecacatan. Ada banyak hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal itu disebut faktor risiko. Beberapa dari faktor resiko tidak dapat mengendalikan, tetapi ada banyak yang dapat Anda kontrol. Mari kita cegah penyakit jantung.

Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Jantung?

  1. Usia

Risiko penyakit jantung akan semakin bertambah seiring dengan perjalanan usia. Pria berusia 45 tahun ke atas dan wanita berusia 55 tahun ke atas berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

  • Jenis kelamin

Wanita lebih berisiko dalam terkena penyakit jantung daripada pria.

  • Ras

Pada orang Asia, Asia timur lebih rendah berisiko terkena penyakt jantung dibandingkan dengan Asia Selatan.

  • Riwayat Penyakit Dalam Keluarga

Anda akan mempunyai risiko yang lebih tinggi jika di keluarga ada yang mempunyai penyakit jantung

Apa Yang Harus Saya Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Jantung?

Hal yang sederhana yang dapat kita mulai adalah dengan mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup yang sehat.

Stop Merokok

Rokok merokok meningkatkan tekanan darah Anda dan menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi untuk serangan jantung dan stroke. Jika Anda tidak merokok, jangan mulai. Jika Anda merokok, berhenti merokok akan menurunkan risiko penyakit jantung

Diet

Target diet untuk menghindari penyakit kardiovaskular adalah:

  • Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian dua sampai 3 porsi dalam satu hari
  • Kurangi konsumsi lemak jenuh hingga <10% per hari
  • Gunakan minyak sayur dalam memasak
  • Batasi konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari
  • Konsumsi satu hingga dua porsi ikan dalam satu minggu
  • Jangan memakan daging olahan, batasi konsumsi daging hanya dua sampai tiga kali dalam seminggu
  • Kurangi intake sodium sehingga hanya mengunakan garam <5gram per hari
  • Jika anda pengkonsumsi alcohol, batas hanya minum 2 gelas alcohol untuk laki-laki per hari dan satu gelas alcohol untuk perempuan

Aktivitas Fisik

Untuk mecegah penyakit jantung tidak pelru aktivitas fisik yang berat. Anda dapat melakukan aktivitas fisik aerobic sedang seperti berjalan cepat selama 2,5 jam setiap minggunya atau dapat juga melakukan aktivitas fisik aerobic tingkat tinggi seperti joggingselama 75 menit setiap minggunya. Selain itu, selama 2 hari dalam 1 minggu anda perlu melakukan aktivitas untuk menguatkan otot kaki, pinggul, perut, bahu, dada, dan lengan.

Referensi

  1. https://www.escardio.org/Journals/E-Journal-of-Cardiology-Practice/Volume-15/prevention-of-cardiovascular-disease-recent-achievements-and-remaining-challeng
  2. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/how-to-help-prevent-heart-disease-at-any-age
  3. https://medlineplus.gov/howtopreventheartdisease.html

PENYAKIT JANTUNG AKIBAT HIPERTENSI (HYPERTENSIVE HEART DIASEASE / HHD)

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena terkait dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Peningkatan tekanan darah   yang berkepanjangan menyebabkan berbagai perubahan dalam struktur miokard, pembuluh darah koroner, dan sistem konduksi jantung, yang secara kolektif dikenal sebagai penyakit jantung akibat hipertensi (HHD)

APA SAJA PENYEBAB PENYAKIT INI?

Penyebab dari penyakit jantung akibat hipertensi (HHD) adalah interaksi yang kompleks dari berbagai faktor hemodinamik, structural, neuroendokrin, seluler, dan molekuler. Obesitas juga dikaitkan dengan hipertensi dan hipertrofi ventrikel kiri dalam berbagai studi epidemiologi, karena sebanyak 50% penderita obesitas memiliki beberapa tingkat hipertensi dan sebanyak 60-70% pasien dengan hipertensi mengalami obesitas.

zhc0031191130001

APAKAH ANDA MENGALAMI PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSI/ HHD?

Anamnesis dan pemeriksaan fisik merupakan komponen penting dari manajemen penyakit jantung hipertensi karena sebagian besar pasien dengan hipertensi tidak memiliki gejala sampai akhir ketika komplikasi muncul. Pasien dengan hipertrofi ventrikel kiri tidak menunjukkan gejala; Namun, hipertrofi ventrikel kiri dapat menyebabkan nyeri dada  karena meningkatnya kebutuhan oksigen yang dibutuhkan oleh miokardiosit yang hipertrofi. Pasien dapat mengalami nyeri dada saat aktivitas karena angina atau penyakit arteri koroner. Beberapa pasien pada awalnya mungkin mengalami sesak napas dalam keadaan gagal jantung dekompensasi akut. Pasien hipertensi beresiko untuk mengalami fibrilasi atrium. Pasien dapat mengalami anomali konduksi yang dapat disertai dengan palpitasi (rasa berdebar-debar), stroke, pusing, sinkop (pingsan), atau bahkan kematian karena jantung mendadak. Hal-hal yang dapat ditemukan saat dilakukan pemeriksaan fisik adalah terdapatnya bunyi jantung tambahan s3 dan s4. Pemeriksaan penunjang utama yang direkomendasikan adalah pemeriksaan EKG. Dengan pemeriksaan EKG dapat diketahui adanya hipertrofi ventrikel, deviasi axis jantung ke kiri, dan abnormalitas konduksi. Pemeriksaan ekokardiogram tidak disarankan untuk pemeriksaan rutin tetapi dapat menjadi pemeriksaan apabila pasien dicurigai mempunyai penyakit gagal jantung.

 

BAGAIMANA JIKA ANDA TERKENA PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSI/ HHD?

Penatalaksanaan penyakit ini hampir sama dengan penyakit hipertensi ada umumnya, seperti:

  • Diuretic thiazide yang direkomendasikan pada hipertensi yang persisten.
  • Angiotensin-converting enzyme inhibitors/ angiotensin receptor blocker (ACE-inhibitor maupun ARB) merupakan penatalaksaan utama pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes atau dengan penyakit gagal ginjal.
  • Obat antihipertensi golongan Calcium Channel Blocker (CCB) merupakan terapi utama pada hipertensi.
  • Beta blocker digunakan pada pasien dengan gagal jantung, penyakit jantung iskemik, maupun atrial fibrilasi.
  • Vasodilator seperti hydralazine hanya digunakan jika dua atau lebih antihipertensi tidak menurunkan tekanan darah pasien.

REFERENSI

  1. Drazner M. 2011. The Progression of Hypertensive Heart Disease. Journal of Circulation AHA, p:1-8.
  2. Georgipooulou V et al. 2010. Prevention, Diagnosis, and Treatment of Hypertensive Heart Disease. Cardiol Clin 28 , p: 675–691.
  3. https://emedicine.medscape.com/article/162449-overview#a2
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539800/
  5. https://www.youtube.com/watch?v=m4MF7o2z2vs

TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implantation)

Definisi

Transcatheter Aortic Valve Implantation  adalah tindakan invasif yang minimal untuk memperbaiki katup jantung tanpa melepaskan katup lama yang telah rusak.

Indikasi

TAVI diindikasikan pada pasien dengan gejala stenosis aorta yang parah dan tidak cocok untuk tindakan aortic valve replacement, memiliki harpaan hidup yang lebih dari 1 tahun, dan keinginan pasien untuk meningkatkan kualitas hidup yang tinggi.

Kontraindikasi

Kontraindikasi tindakan TAVI adalah :

  • Usia harapan hidup kurang dari 12 bulan dengan penyebab non kardiak
  • Infark miokard dalam 30 hari terakhir
  • Kardiomiopati hipertrofik
  • Fraksi ejeksi ventrikel kiri kurang dari 20%
  • Hipertensi pulmonal yang berat dengan disfungsi ventrikel kanan
  • Pada ekokardiografi ditemukan massa intrakardiak
  • Pada pemeriksaan MRI diketahui mengalami stroke atau transcient ishchemic attack dalam 6 bulan terakhir
  • Gagal ginjal kronik stadium akhir
  • Regurgitasi mitral berat.

Keuntungan

  • Meningkatkan angka kelangsungan hidup bila dibandingkan dengan terapi medis
  • Peningkatan kualitas hidup
  • Tindakan ini lebih tidak invasive dibandingkan dengan operasi jantung
  • Pendekatan transapikal memungkinkan akses langsung ke jantung, terutama untuk pasien dengan penyakit vaskuler perifer yang berat, yang membatasi akses melalui pembuluh darah pada paha

Risiko

Komplikasi potensial yang akan terjadi jika pasien dilakukan tindakan ini yaitu:

  • Perdarahan dan pembekuan darah pada tempat insisi
  • Stroke dan infark miokard
  • Efusi/ Perikardial tamponade (pengumpulan cairan/darah di sekitar jantung)
  • Risiko lainnya seperti infeksi, dan kerusakan pembuluh darah pada paha, arteri femoralis
  • Kematian

WhatsApp Image 2019-05-10 at 8.28.38 PMWhatsApp Image 2019-06-07 at 12.56.05 AM (1)

Referensi

  1. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-valve-problems-and-disease/understanding-your-heart-valve-treatment-options/what-is-tavr
  2. https://www.escardio.org/Journals/E-Journal-of-Cardiology-Practice/Volume-14/transcatheter-aortic-valve-implantation-indications
  3. Munkholm-Larsen S, Croce B, Harris R. TAVI: Transcatheter Aortic Valve Implantation. Ann Cardiothorac Surg. 2012;1(2):263. doi:10.3978/j.issn.2225-319X.2012.07.09

PLANTAR FASCITIS

DEFINISI

Plantar fasciitis biasanya disebut juga nyeri plantar tumit, sindrom taji tumit, atau sindrom nyeri tumit.

 

EPIDEMIOLOGI

Plantar fasciitis menyumbang 80% dari kasus nyeri tumit. 10% dari populasi umum akan mengalami setidaknya sekali seumur hidup mereka. Penyakit ini tidak dipengaruhi berdasarkan usia atau jenis kelamin.

 

PENYEBAB

Meskipun etiologinya tidak jelas, ada varietas dari berbagai data tentang faktor-faktor risiko yang diusulkan:

  1. Beban berat tiba-tiba yang berlebihan pada kaki karena obesitas atau kehamilan.
  2. Artritis peradangan seperti rheumatoid arthritis (RA) dan spondyloarthropathy.
  3. Diabetes Mellitus
  4. Hipotiroidism
  5. Osteoartritis

GEJALA

Rasa sakit menusuk di bagian bawah kaki Anda di dekat tumit. Rasa sakit biasanya yang terburuk dengan beberapa langkah pertama setelah bangun, meskipun juga dapat dipicu oleh berdiri lama atau bangkit dari duduk. Rasa sakit biasanya lebih buruk setelah berolahraga, bukan selama itu.

 

TATALAKSANA

  1. Tatalaksana Konservatif

Langkah-langkah ini, yang harus menjadi upaya perawatan awal, termasuk istirahat atau modifikasi aktivitas kaki yang terkena untuk memberikan waktu untuk penyembuhan. Pilihan lain adalah mengoleskan es langsung ke kaki untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit yang terkait.

  1. Strecthing

Tatalaksana ini merupakan tatalaksana yang banyak diminati karena murah dan mudah dilakukan. Stretching atau peregangan biasanya dilakukan pada fascia plantar dan tendon Achilles.

  1. Orthotic dan Splint pada Malam Hari

Pemakaian orthotic insoles pada sepatu dan penggunaan splint membantu dalam mengurangi nyeri pada penderita penyakit ini.

  1. Injeksi Plantar

Injeksi kortikosteroid merupakan hal yang paling popular dalam penanganan plantar fasciitis. Namun, hal ini biasanya hanya menahan nyeri selama kurang lebih 1 bulan. Selain itu, terdapat juga injeksi platelet rich plasma.

  1. ESWT (Extracorporeal Shock Wave Theraphy)

Dalam perawatan ini, gelombang suara berenergi tinggi menghasilkan cedera yang mencetuskan neovaskularisasi dan penyembuhan dengan faktor pertumbuhan lokal.

  1. Terapi Radiasi

Terapi ini mengurangi mediator inflammasi dan juga mengurangi nyeri

  1. Operatif

Pertimbangkan untuk terai operatif jika selama 6-12 bulan terapi lainnya tidak membuat keluhan berkurang.

Referensi

  1. Attar S. Plantar Fasciitis: A Review Article. 2012. Saudi Journal of Internal Medicine; vol 2; 1; p: 13-17.
  2. https://journals.lww.com/jaapa/Fulltext/2018/01000/Plantar_fasciitis__A_review_of_treatments.4.aspx
  3. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plantar-fasciitis/symptoms-causes/syc-20354846
  4. https://www.youtube.com/watch?v=GfVZ_j2or3U

PENYAKIT JANTUNG FUNGSIONAL

Apa itu Penyakit Jantung Fungsional?

Neurosis kardiak adalah kelainan dengan keluhan seperti penyakit jantung tanpa disertai kelainan organik. Etiologi berhubungan dengan keadaan psikiatri, paling sering disebabkan ansietas, atau biasanya berhubungan dengan depresi aktif dan tidak jarang dengan gejala histerik. Penyakit ini mempunyai beberapa sebutan yakni cardiac phobia, cardiac anxiety disorder, dan somatoform autonomous functional disorders of the cardiovascular system.

Apa Saja Gejala Yang Akan Dirasakan Penderitanya?

  1. Nyeri dada yang menyerupai angina pektoris, biasanya dicetuskan oleh suatu stressor tertentu
  2. Berdebar-debar/ palpitasi, sesak nafas, nafas terasa berat
  3. Keluhan vegetatif: tremor, sakit kepala, tidak bisa tidur
  4. Keluhan psikis: rasa takut, risau/was-was, gelisah
  5. Keluhan-keluhan umum lainnya seperti pandangan mata gelap, berkunang-kunang

 

Bagaimana Penatalaksanaannya?

Penatalaksanaan non-farmakologis

  1. Memberikan edukasi dan bimbingan, menjelaskan tentang gejala yang timbul dengan tepat tanpa menakuti pasien, meluruskan pola pikir pasien yang salah tentang penyakit jantung
  2. Terapi kognitif dan perilaku

 

Penatalaksanaan farmakologis

  1. Analgetik untuk penghilang rasa nyeri
  2. Beta bloker seperti bisoprolol
  3. Psikotropik seperti diazepam
  4. Terapa simptomatik lainnya

 

Apa Saja Komplikasi Dari Penyakit Jantung Fungsional?

  1. Pada pasien usia tua dengan faktor risiko dapat menimbulkan penyakit jantung organic
  2. Merasa memiliki penyakit jantung sehingga membatasi aktivitas sehari-hari
  3. Aritmia

Referensi

  1. Alwi I et al. Penyakit Jantung Fungsional dalam Pentalaksanaan Di Bidang Ilmu Penyakit Dalam : Panduan Praktik Klinik. 2017.Jakarta: Interna Publishing. P: 688-689
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11554103
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1353368