PENANGANAN PASIEN COVID19 DALAM KARDIOLOGI INTERVENSI

Selama pandemic covid19, tenaga medis mengalami banyak masalah, seperti kurangnya sumber daya dan peralatan yang tidak tersedia serta resiko penularan infeksi bagi tenaga medis. Berikut adalah panduan penanganan pasien yang membutuhkan intervensi kardiologi dari President SCAI (Society for Cardiovascular Angiography and Intervention) :

PASIEN YANG SUDAH POSITIF COVID19

Pada Pasien STEMI dan NSTEMI dengan kondisi hemodinamik tidak stabil, pasien harus dibawa ke cath lab untuk angiografi maupun PCI Primer dengan perlindungan penyakit menular untuk seluruh tim medis yang ada di cath lab. Pasien yang sudah mendapatkan terapi fibrinolisis tetap harus dilakukan PCI jika klinis pasien mendukung. Untuk pasien NSTEMI yang dinyatakan stabil dapat dilakukan angiografi koroner ketika pasien sudah dalam masa yang tidak infeksius. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir paparan pada tim medis cath lab.

PASIEN SUSPECT COVID19

Ketika pasien datang dengan STEMI maka mereka harus ditangani dengan Primary PCI tanpa menunggu hasil tes yang keluar karena pada saat ini tidak ada tes yang sangat cepat untuk mendiagnosis Covid19. Ketika pasien datang dengan NSTEMI maka pasien dilakukan angiografi jika hasil tes negatif Covid19.

PASIEN CATH LAB ELEKTIF

Pada pasien pasien yang membutuhkan tindakan elektif disarankan isolasi di rumah terlebih dahulu dan tindakan dilakukan beberapa minggu ke depan dengan melihat situasi dari pandemi covid19.

Referensi

  1. http://www.scai.org/press/detail/evolving-pandemic-of-covid-19-interventional-cardi#.XnxZ4-ozbIU
  2. https://www.acc.org/latest-in-cardiology/articles/2020/03/18/15/07/poll-covid-19-and-interventional-cardiology

MENGAPA ANDA TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMBELI CHLOROQUINE DAN HYDROXYCHLOROQUINE TANPA RESEP DOKTER?

Chloroquine fosfat merupakan obat keras yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Chloroquine merupakan oabt anti malaria golongan 4 aminokuinolon. Obat ini juga digunakan untuk mengobati amebiasis. Chloroquine dapat diresepkan oleh dokter untuk dewasa dan anak-anak. Obat ini juga aman untuk ibu hamil dan menyusui. Chloroquine biasanya diminum sebelum bepergian ke daerah endemi malaria. Baik orang dewasa maupun anak-anak harus meminum satu dosis chloroquine per minggu mulai setidaknya 1 minggu sebelum bepergian ke daerah endemic malaria. Mereka harus mengambil satu dosis per minggu selama di tempat tersebut, dan selama 4 minggu berturut-turut setelah pergi.

Hydroxychloroquine merupakan obat antimalaria. Selain untuk malaria obat ini juga dapat digunakan untuk pengobatan pada penyakit autoimun seperti artritis rheumatoid dan lupus. Untuk pencegahan malaria, minum obat ini sekali seminggu sekali pada hari yang sama dalam seminggu, atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Untuk lupus dan artritis rheumatoid, obat ini biasa diminum satu atau dua kali sehari sesuai anjuran dokter Anda.

APAKAH BENAR KEDUA OBAT INI DAPAT MENYEMBUHKAN COVID19?

Kedua obat ini memang pernah digunakan di China untuk pengobatan covid19. Namun demikian, hal ini masih menjadi penelitian lebih lanjut. Kedua obat ini mempunyai potensial dalam menghambat virus corona dan uji klinik terhadap kedua obat ini masih berlangsung.

BENARKAH KEDUA OBAT INI DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN? LALU APA SAJA DAMPAK NYA UNTUK JANTUNG ANDA?

Iya benar, kedua obat ini dapat menyebabkan kematian. Hal ini karena terdapat dampak terhadap jantung Anda yaitu toksisitas kardiak. Terdapat kelainan konduksi jantung pada 85% pasien yang menggunakan dalam jangka waktu yang lama, pada 22% pasien juga dapat menyebabkan pembesaran jantung, selain itu dapat juga menyebabkan hipertensi pulmonal dan gagal jantung.

Oleh sebab itu, penggunaan kedua obat ini harus sesuai indikasi dan menggunakan resep dokter.

Referensi

  1. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682318.html
  2. https://www.cdc.gov/malaria/resources/pdf/fsp/drugs/Chloroquine.pdf
  3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 044/Menkes/SK/I/2007.
  4. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5482/hydroxychloroquine-oral/details
  5. Hu, T.Y., Frieman, M. & Wolfram, J. Insights from nanomedicine into chloroquine efficacy against COVID-19. Nat. Nanotechnol. (2020). Available at:  https://doi.org/10.1038/s41565-020-0674-9.
  6. Chatre C, Roubille F, Vernhet H, Jorgensen C, Pers YM. Cardiac Complications Attributed to Chloroquine and Hydroxychloroquine: A Systematic Review of the Literature. Drug Saf. 2018;41(10):919–931. doi:10.1007/s40264-018-0689-4

SESAK NAFAS

Saat ini negara kita sedang mengalami situasi darurat karena penyakit covid19 (mari dibaca artikel mengenai penyakit ini di http://drdonoantonosppdkkv.com/pneumonia-corona-virus-disease-covid-19/ ) . Salah satu gejala penyakit ini yang mengharuskan seseorang dibawa ke rumah sakit adalah sesak nafas. Mari kita bahas mengenai sesak nafas.
Sesak nafas adalah kesadaran abnormal dimana terdapat rasa tidak nyaman saat bernafas. Frekuensi pernafasan normal pada orang dewasa adalah 14-20 kali per menit. Sesak nafas ini terjadi karena tidak terpenuhinya kadar oksigen ke paru-paru kita. Berikut variasi dari dyspnea:
• Takipnea : Napas yang cepat
• Hiperpnea : Napas yang dalam
• Orthopnea : Sesak napas pada posisi tidur
• Platipnea : Sesak napas pada posisi tegak
• Trepopnea : Sesak napas pada posisi berbaring ke kiri/kanan

APA SAJA PENYEBAB SESAK NAFAS?
Banyak penyakit yang dapat menyebabkan sesak nafas, diantaranya adalah:

  • Penyakit Gagal Jantung

Gejala sesak nafas karena penyakit gagal jantung biasanya dipicu oleh aktivitas fisik karena kegagalan pompa jantung untuk mengkompensasi kebutuhan yang meningkat. Hal ini dikenal dengan istilah dysneu d’effort. Gejala sesak nafas yang timbul jika pasien tidur terlentang disebabkan ortopnu,  hal ini disebabkan edema paru interstisial yang tersebar ke paru bagian atas dan bawah pada posisi terlentang sehingga oksigenasi darah terganggu. Biasanya anda akan membutuhkan dua atau tiga bantal untuk mengurangi sesak nafas. Selain itu pada penyakit jantung terdapat gejala paroxysmal nocturnal dypneu (PND) yaitu sesak nafas berat yan membangunkan pasien dari tidurnya di malam hari.

  • Pneumonia Covid-19

Pada penyakit ini gejala sesak nafas biasanya diikuti demam dan batuk. Hal ini terjadi pada 2-14 hari setelah anda bepergian ke negara atau wilayah terjangkit maupun setelah anda kontak dengan pasien yang sudah dinyatakan positif virus corona. 

  • Asma

Sesak pada asma dapat menyebabkan pasien terbangun pada malam hari. Pasien asma umumnya mempunyai gejala sesak nafas disertai dengan mengi.

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Sesak pada PPOK biasanya disertai dengan mengi yang timbul pada saat bangun pagi.

  • Penyakit Jantung Miokarditis

Penyakit jantung miokarditis juga dapat menyebabkan sesak nafas. Saat pemeriksaan ekokardiografi maka akan tampak pembesaran jantung dan penurunan ejection fraction. Apabila miokarditis ini disebabkan oleh covid19 maka dapat diikuti dengan gejala diare.

BAGAIMANA PENANGANAN SESAK NAFAS AKUT?

Apabila Anda atau Keluarga Anda ada yang sesak , Anda harus segera ke Unit Gawat Darurat. Anda akan diperiksa saturasi oksigen, lalu dievaluasi penyebab lebih lanjut dan diberikan terapi sesuai penyebab penyakit.

Referensi

  1. Setiati S et all. 2017. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis Komprehensif. Jakarta: Interna publishing.
  2. Guttikonda et all. 2018. Approach to undifferentiated dyspnea in emergency department: aids in rapid clinical decision-making. International Journal of Emergency Medicine. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5884754/pdf/12245_2018_Article_181.pdf
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK357/
  4. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html
  5. https://www.youtube.com/watch?v=mFJVmypySk0
  6. Hu et all. 2020. Coronavirus Fulminant Myocarditis Saved With Glucocorticoid and Human Immunoglobulin. European Society of Cardiology Cardiovascular Flashlight; p:1.

PNEUMONIA CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19)

Apasih sebenarnya penyakit yang lagi ramai dibicarakan ini?

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sindrom gejala
klinis yang muncul beragam, dari mulai tidak berkomplikasi (ringan) sampai syok septik (berat).

Bagaimana gejalanya untuk menentukan apakah anda terkena penyakit ini?


Infeksi COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam (suhu >38⁰C), batuk dan kesulitan bernapas. Selain itu dapat disertai dengan sesak memberat, fatigue, mialgia, gejala gastrointestinal seperti diare dan gejala saluran napas lain. Setengah dari pasien timbul sesak dalam satu minggu. Pada kasus berat perburukan secara cepat dan progresif, seperti ARDS, syok septik, asidosis metabolik yang sulit dikoreksi dan
perdarahan atau disfungsi sistem koagulasi dalam beberapa hari. Pada beberapa pasien, gejala yang muncul ringan, bahkan tidak disertai dengan demam. Kebanyakan pasien memiliki prognosis baik, dengan sebagian kecil dalam kondisi kritis bahkan meninggal.

Nah….gejala-gejala tersebut sebaiknya anda waspadai apabila anda merasakannya setelah 14 hari bepergian ke China maupun negara lainnya yang terjangkit.

Bagaimana bila kita merasakan gejala gejala tersebut?


Sebaiknya Anda segera memeriksakan ke dokter terdekat

Yuu kita cegah bersama penularan penyakit ini dengan cara:

  • Mencuci tangan
  • Tutup hidung dan mulut ketika bersin menggunakan siku atau tissue kemudian cuci tangan dan buang tissue ke tempat sampah
  • Hindari kontak dengan banyak orang ketika anda menderita batuk dan demam

Referensi

  1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2020. Pneumonia covid 19: diagnosis dan penatalaksanaan di indonesia. Jakarta: PDPI
  2. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/technical-guidance/infection-prevention-and-control
  3. https://youtu.be/mOV1aBVYKGA

PINGSAN

Pingsan atau yang biasa di sebut dengan sinkop adalah penurunan kesadaran sementara akibat anoksia serebral, biasanya karena aliran darah ke otak tidak cukup.

PINGSAN ITU BANYAK PENYEBABNYA….MARI KITA LIHAT SESUAI DENGAN KLASIFIKASINYA

Sinkop vasovagal

  • Onset pada usia remaja atau sekitar usia 20 tahun
  • Timbul sebagai reaksi stress emosional
  • Berhubungan dengan gejala muntah
  • Kehilangan kesadaran yang sangat singkat
  • Tidak ada gejala sisa neurologis ketika tersadardari sinkop

Sinkop ortostatik

  • Timbul saat mendadak berdiri dari posisi duduk atau berbaring
  • Durasi sinkop sangat singkat
  • Biasa timbul pada pasien yang sedang puasa atau dehidrasi
  • Tekanan darah rendah
  • Riwayat minum obat anti hipertensi

Sinkop situasional

  • Timbul pada kondisi tertentu seperti berkemih atau batuk-batuk

Sinkop yang berkaitan dengan ejeksi ventrikel kiri yang rendah misalnya pada stenosis aorta atau kardiomiopati obstruktif

  • Timbul pada saat aktivitas yang memberat

Sinkop berkaitan dengan aritmia

  • Adanya riwayat keluarga yang meninggal mendadak
  • Konsumsi obat-obat anti aritmia
  • Adanya riwayat sakit jantung terutama aritmia ventrikel
  • Adanya riwayat palpitasi
  • Kejadian sinkop tanpa gejala pendahuluan sebelumnya

Sinkop yang berkaitan dengan vertigo

  • Biasanya tidak ada riwayat penurunan kesadaran sebelumnya
  • Sinkop makin parah bila kepala berputar
  • Pusing berputar

Sinkop yang berkaitan dengan kejang

  • Adanya gejala prodromal atau aura
  • Adanya gejala lidah tergigit
  • Gejala kejang
  • Kepala bergerak pada waktu sinkop
  • Dipicu oleh stress emosi
  • Sianosis
  • Nyeri otot setelah kejadian sinkop

Sinkop yang berkaitan dengan gangguan metabolik

  • Kadar gula rendah
  • Riwayat konsumsi obat anti hipoglikemik

APA YANG HARUS ANDA LAKUKAN DI RUMAH KETIKA ADA KELUARGA YANG PINGSAN?

Pertama-tama yaitu memastikan orang yang pingsan berada di tempat yang aman. Angkat dan baringkan orang yang pingsan dengan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala. Kemudian, coba bangunkan orang yang pingsan tersebut dengan menggoyangkan bahunya. Selanjutnya, hubungi rumah sakit terdekat apabila masih belum sadarkan diri.

Referensi

  1. Setiati S et all. 2017. Anamnesis dan Pemeriksaan FIsis Komprehensif. Jakarta: Interna publishing.
  2. https://www.webmd.com/first-aid/fainting-treatment
  3. https://www.youtube.com/watch?v=iJ6g5rsQKaM

JANTUNG BERDEBAR

 Jantung berdebar merupakan keluhan subyektif yang dirasakan oleh seseorang. Jantung berdebar dalam istilah medis disebut dengan palpitasi. Keluhan ini bisa disertai pingsan (sinkop) maupun hampir pingsan (near syncope).

JANGAN SEPELEKAN BILA JANTUNG ANDA BERDEBAR!!!

Anda bisa jadi menderita aritmia maligna. Aritmia adalah masalah dengan laju atau irama detak jantung Anda. Aritmia maligna yang muncul dapat berupa aritmia ventricular maupun supraventricular.

Ekstrasistol ventricular/ premature ventricular contractions (PVC) merupakan suatu aritmia yang terlihat jelas pada elektrokardiogram dengan lebar (umunya > 120 milidetik) dan morfologi QRS unik, yang terjadi akibat aktivasi atrium secara independen (gelombang P). PVC merupakan depolarisasi awal miokardium yang berasal dari ventrikel. PVC dapat terjadi akibat peningkatan automatisitas, aktivitas yang dipicu atau re-entry. Prevalensi PVC pada umumnya 1-4% dari seluruh populasi.

BAGAIMANA MENDIAGNOSIS PVC?

ANAMNESIS

  • Umumnya asimptomatik
  • Palpitasi, rasa tidak nyaman pada leher atau dada, sinkop
  • Pasien akan merasa jantungnya seolah-olah berhenti berdenyut setelah suatu PVC
  • Pada pasien dengan penyakit jantung dan PVC frekuen jangka panjang, dapat menyebabkan angina, hipotensi atau gagal jantung.
  • Riwayat penyakit komorbid seperti penyakit jantung structural ( iskemia atau penyakit katup jantung)
  • Perlu juga ditanyakan konsumsi obat-obatan digitalis, kebiasaan mengkonsumsi tembakau , kafein, alcohol, berlebihan

PEMERIKSAAN FISIK

  •  Tekanan darah ( dapat ditemukan hipotensi ), nadi ( dapat ditemukan denyut ektopik yang diikuti dengan long pause), dapat diikuti dengan menurunnya intensitas bunyi jantung pulse oxymetry (hipoksia dapat memicu PVC)
  • Gelombang A atau giant A pada pulsasi vena jugularis, splitting bunyi jantung II, dapat juga terdapat bunyi jantung S3 dan ronki (pada gagal jantung kongestif), hipertensi dan S4 pada PVC dengan hipertensi lama
  • Temuan neurologis: agitasi dan temuan aktivasi simpatis ( dilatasi pupil, kulit kering dan hangat, tremor, takikardia, hipertensi ) sugestif katekolamin sebagai penyebab PVC.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  • Laboratorium (sesuai indikasi)
  • EKG 12 sadapan selama 2 menit dapat membantu untuk menentukan frekuensi ektopi dan merekam PVC infrekuen.
  • Holter monitoring selama 24 jam untuk menentukan kuantitas dan karakteristikPVC.
  • Ekokardiografi berguna untuk evaluasi fraksi ejeksi.

APA SAJA DIAGNOSIS BANDING PVC?

  • PAC  (premature atrial contractions)
  • Non-sustained ventricular tachycardia (NSVT) .
  • Sustained ventricular tachycardia
  • Supraventricular takikardia
  • Sinus aritmia
  • Atrial fibrillasi

BAGAIMANA PENATALAKSANAAN PVC?

Secara umum tidak perlu diterapi, terutama pada pasien yang tidak memiliki penyakit jantung struktural. Untuk terapi lebih lanjut anda dapat menghubungi dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA

BAGAIMANA PROGNOSIS PVC?

Insiden, frekuensi, dan kompleksitas ventrikular aritmia lebih besar dengan adanya penyakit jantung yang diderita. PVC  pada pasien dengan penyakit jantung struktural berkontribusi pada peningkatan risiko mortalitas.

APA BEDANYA PVC DENGAN SUPRAVENTICULAR TAKIKARDI?

Supraventricular tachycardia (SVT) adalah suatu kondisi di mana jantung Anda tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Dampak SVT pada seorang individu didasarkan pada berbagai faktor dan dapat menyebabkan palpitasi, kelelahan, pusing, dada tidak nyaman, dyspnea, dan perubahan kesadaran. Perbedaan SVT dan PVC dapat kita lihat pada ekg. SVT ditandai oleh takikardia dengan kompleks QRS sempit dengan detak jantung 250-350 kali/ menit. Sedangkan PVC ditandai dengan kompleks QRS lebar yang tidak didahului oleh gelombang P.

REFERENSI

  1. Idrus Alwi et al. 2017. Ekstrasistol Ventrikular dalam Penatalaksanaan Di Bidang Ilmu Penyakit Dalam Panduan Praktik Klinis. Jakarta: Interna Publishing, p: 590-593.
  2. Ahn Min-soo. Current Concepts of Premature Ventricular Contractions. 2013. Journal of Lifestyle Medicine, Vol. 3, No. 1, 26-33.
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532991/
  4. Gerstenfeld and De Marco. Premature Ventricular Contractions Not Always Innocent Bystanders. Circulation. 2019;140:624–626.
  5. https://www.youtube.com/watch?v=wCC2bmBkpSo
  6. https://www.nhs.uk/conditions/supraventricular-tachycardia-svt/
  7. https://www.utmb.edu/Pedi_Ed/CoreV2/cardiology/Cardiology5.html
  8. European Society of Cardiology. 2019 ESC Guidelines For The Management ofPatients With Supraventricular Tachycardia. European Heart Journal (2020) 41, 655-720.

AKSES HEMODIALISA

Penyakit Ginjal Kronik  / Chronic Kidney Disease (CKD) didefinisikan sebagai kerusakan ginjal atau laju filtrasi glomerulus (GFR) <60ml / min / 1.73m2, karena kausa apa pun, setidaknya selama tiga bulan . Penyakit ginjal kronis disertai dengan hasil yang buruk seperti komplikasi kardiovaskular dan kematian dini .Tahap akhir dari CKD adalah gagal ginjal (GFR <15ml / min  / 1.73m2). Gagal ginjal tahap akhir memerlukan terapi hemodialisa. Hemodialisa merupakan proses pembuangan kotoran dan air yang berlebihan dari darah seseorang.

Apa saja tipe akses untuk hemodialisa?

Tiga jenis akses yang berbeda dapat digunakan untuk hemodialisis. Jenis-jenisnya adalah fistula, graft, dan kateter. AV(arteri-vena) Fistula adalah pilihan yang paling baik untuk hemodialisa. Hal ini lebih disukai karena dapat bertahan lebih lama dan mempunyai risiko infeksi dan penyumbatan yang kecil. Fistula ditempatkan beberapa bulan sebelum hemodialisa dimulai. Operasi kecil dibutuhkan untuk membuat fistula. Hal ini dibuat dengan menyambungkan vena dengan arteri di lengan anda. AV graft merupakan pilihan kedua. Operasi kecil dilakukan dengan menggunakan tube artifisial diantara vena dan arteri. Graft dapat biasanya diletakkan di lengan namun terkadang dapat ditempatkan di kaki maupun dinding dada. AV graft membutuhkan waktu dua minggu sebelum digunakan untuk hemodialisis. Akses yang lainnya yaitu dengan kateter. Kateter biasanya hanya digunakan untuk sementara waktu. Terdapat dua bagian dari kateter, satu untuk mengeluarkan darah dan satu lagi untuk mengembalikan darah bersih ke dalam tubuh. Kateter dipasang saat akan melakukan dialysis. Alat ini dipasang pada vena yang besar seperti di leher maupun di dada bagian atas.

Apa saja komplikasi yang dapat disebabkan oleh pemasangan akses hemodialisa?

  • Stenosis

Biasanya disebabkan oleh hyperplasia neo intimal, biasanya terjadi pada anostomose vena.

  • Trombosis

Biasanya terjadi pada akses hemodialisa permanen.

  • Infeksi

Bakterimia terkait kateter terjadi pada 21,4%  dari seluruh kasus. Faktor risiko terjadinya infeksi ini diantaranya adalah buruknya sanitasi personal, imunosupresi, dan diabetes mellitus.

Bagaimana penanganan komplikasi tersebut selain pemberian antibiotik?

Dapat dilakukan terapi endovaskular seperti PTA (Percutaneous Transluminal Angioplasty). PTA pada stenosis akses HD dapat memperpanjang patensi fistula AV. Pemasangan stent diperlukan jika terjadi rupture vena setelah angioplasty dengan ballon. Berikut adalah gambar pasien sebelum dan sesudah dilakukan PTA.

Referensi

  1. Alwi, I. e. (2015). Penyakit Ginjal Kronik. Penatalaksanaan Di Bidang Ilmu Penyakit Dalam Panduan Praktis Klinis Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Jakarta: Interna Publishing.
  2. Vadakedath S, Kandi V (August 23, 2017) Dialysis: A Review of the Mechanisms Underlying Complications in the Management of Chronic Renal Failure. Cureus 9(8): e1603. DOI 10.7759/cureus.1603
  3. Nasar G, Ayus J. Infectious complications of the hemodialysis access. Kidney International, Vol. 60 (2001), pp. 1–13.
  4. https://www.kidney.org/sites/default/files/11-50-0216_va.pdf

BAGAIMANA PERAWATAN LUKA PADA KAKI DIABETIK?

Kaki diabetes merupakan komplikasi klinis diabetes mellitus yang diakibatkan kelainan neuropati sensorik, motorik, maupun otonomik serta kelainan pada pembuluh darah.

Tatalaksana holistik kaki diabetes meliputi 6 aspek kontrol, yaitu:

  1. Kontrol mekanik
  2. Mengistirahatkan kaki
  3. Menghindari tekanan pada daerah kaki yang luka (non weight bearing)
  4. Menggunakan bantal saat berbaring pada tumit kaki/ tonjolan tulang untuk mencegah lecet
  5. Memakai kasur anti dekubitus bila perlu
  6. Mobilisasi
  • Kontrol luka
  • Evakuasi jaringan nekrotik, dan pus yang adekuat perlu dilakukan secepat mungkin, jika perlu dapat dilakukan dengan tindakan operatif.
  • Pembalutan luka dengan dressing basah atau lembab.

Cara ini memiliki potensi untuk mengatasi beberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka. Hal ini membuat keseimbagan pada lingkungan luka agar tidak terlalu kering. Dressing  dapat membantu mengelola luka eksudat secara optimal.

  • Debridemen

Debridemen dengan membuang jaringan yang mati, rusak, dan terinfeksi sehingga meningkatkan potensial kesembuhan pada jaringan yang sehat. Teknik debridemen yang dilakukan tergantung oleh tipe luka dan jaringan. Debridemen bedah ditujukan untuk luka nekrotik dan terinfeksi. Debridemen autolitik dimana jaringan dicairkan. Hal ini bisa dilakukan dengan lingkungan luka yang lembab. Teknik debridemen autolitik ini tidak dianjurkan pada ulkus karena tekanan yang terinfeksi. Teknik lainnya adalah debridemen mekanik yaitu dengan mengangkat jaringan yang tidak sehat menggunakan balutan. Teknik selanjutnya adalah debridemen enzimatik yaitu debridemen dengan menggunakan enzim topical seperti kolagen, fibrinolisin atau papain. Teknik yang terakhir yaitu debridemen dengan menggunakan Maggot atau larva yang dibesarkan di area yang steril. Larva memakan jaringan nekrotik dan mengeluarkan enzim antimikroba, yang membantu dalam proses penyembuhan luka.

  • Nekrotomi
  • Amputasi
  • Kontrol infeksi (mikrobiologi)
  • Terapi antimikroba empiric pada saat awal bila belum ada hasil pemeriksaan kultur mikroorganisme dan resistensi
  • Luka yang superfisial: diberikan antibiotik untuk kuman gram positif. Luka lebih dalam diberikan antibiotik untuk kuman gram negatif ditambah golongan metronidazole bila ada kecurigaan infeksi bakteri anaerob.
  • Pada luka yang dalam, luas, disertai gejala infeksi sistemik yang memerlukan perawatan di rumah sakit: dapat diberikan antibiotik spectrum luas yang dapat mencakup kuman gram positif, gram negatif dan anaerob. Sehingga dapat digunakan 2 atau 3 golongan antibiotik.
  • Penggunaan antibiotik diobservasi seminggu kemudian dan diseusaikan dengan hasil kultur mikroorganisme.
  • Kontrol vaskular
  • Periksa Ankle Brachial Index (ABI), trans cutaneous oxygen transion, toe pressure, bahkan angiografi.
  • Pemeriksaan TcPO2: untuk menentukan daerah dengan oksigenasi yang masih cukup sehingga terapi revaskularisasi diharapkan masih memiliki manfaat
  • Tindakan PTA ( Percutaneous Transluminal Angioplasty )

Percutaneous Transluminal Angioplasty (PTA) merupakan tindakan invasif minimal yang dilakukan pada pasien dengan penyakit arteri perifer, dan merupakan prosedur standar untuk revaskularisasi aortoiliaka, femoropopliteal, dan arteri di bawah lutut

  • Kontrol metabolik
  • Perencanaan nutrisi yang baik selama proses infeksi dan penyembuhan luka.
  • Regulasi glukosa darah yang adekuat
  • Pengendalian komorbiditas bila ada
  • Kontrol edukasi

Edukasi pada pasien dan keluarga mengenai kondisi luka kaki pasien saat ini, rencana diagnosis, penatalaksanaan/ terapi, penyulit yang mungkin timbul serta bagaimana prognosis selanjutnya.

Referensi

  1. Alwi I et al. 2017. Panduan Praktik Klinis Cetakan Ke Tiga. Jakarta: Interna Publishing.
  2. Kavitha et al. Choice of wound care in diabetic foot ulcer: A practical approach. World J Diabetes 2014 August 15; 5(4): 546-556.
  3. Chadwick et al. 2013. Best Practice Guidelines: Wound Management in Diabetic Foot Ulcers. Available from: www.woundsinternational.com

WASPADAI PEMBESARAN JANTUNG PADA TUBUH ANDA

Pembesaran jantung atau biasa disebut dengan kardiomegali adalah ketika diameter transversal siluet jantung lebih besar dari atau sama dengan 50% dari diameter transversal dada (peningkatan rasio kardiotoraks) pada proyeksi posterior-anterior dari radiografi dada. Hal ini berbeda dengan pembesaran garis kardiomediastinal. Kardiomegali biasanya merupakan manifestasi dari proses patologis lain dan menunjukkan beberapa bentuk kardiomiopati primer atau didapat. Kardiomegali dapat melibatkan pembesaran ventrikel kanan, ventrikel kiri, maupun kedua atrium.

Apa Yang Menyebabkan Kardiomegali?

Ada beberapa etiologi yang dikaitkan dengan perkembangan kardiomegali yang mengakibatkan kardiomiopati dilatasi atau hipertrofik seperti yang tercantum di bawah ini:

  • Penyakit arteri koroner termasuk infark miokard dan iskemia (penyebab paling umum)
  • Penyakit jantung hipertensi
  • Penyakit jantung katup termasuk stenosis atau regurgitasi katup
  • Gangguan jantung kongenital termasuk defek septum atrium, defek septum ventrikel, paten ductus arteriosus, tetralogi Fallot, anomali Ebstein, dan koarktasio aorta
  • Penyakit paru-paru seperti hipertensi paru primer, COPD, dan emboli paru
  • Autoimun kardiomiopati
  • Hipotiroid dan hipertiroid
  • Aritmia seperti atrial fibrilasi
  • Familial kardiomiopati
  • Idiopatik kardiomiopati

Apa Saja Gejala Yang Anda Rasakan?

Anda dapat tidak merasakan gejala apapun saat mengalami kardiomegali atau pembesaran jantung. Namun, jika pembesaran ini mempengaruhi kemampuan memompa jantung maka gejala yang dapat Anda rasakan adalah sebagai berikut:

  • Sesak Nafas
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Retensi Cairan (Edema)
  • Irama Jantung Abnormal (aritmia)

Bagaimana Penanganan atau Pengobatan Kardiomegali?

Penatalaksanaan kardiomegali tergantung pada penyakit yang mendasarinya. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dr. Dono Antono, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA

Referensi

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542296/?report=reader
  2. https://www.bhf.org.uk › files › publications › medical-information-sheets

EFUSI PERIKARDIUM

DEFINISI

Efusi perikardium adalah penumpukan cairan dalam ruang di antara perikardium, yaitu 2 lapis selaput tipis yang menyelubungi jantung. Efusi perikardial merupakan temuan umum dalam praktik klinik yang merupakan temuan insidental atau manifestasi klinis dari penyakit sistemik atau jantung. Spektrum efusi perikardial berkisar dari asimptomatik ringan efusi sampai pada tamponade jantung.

GEJALA

Tidak semua orang mengalami gejala bila terkena efusi perikardium. Adapun beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh beberapa pasien, yakni:

  • Kesulitan bernafas (dyspnea)
  • Orthopnea : sesak nafas saat berbaring
  • Nyeri dada yang biasanya dirasakan di dada bagian kiri
  • Rasa penuh di dada

PENYEBAB

Efusi perikardium dapat terjadi sebagai akibat dari inflamasi dari perikardium (perikarditis) dalam respon terhadap suatu penyakit. Selain itu, efusi perikardium dapat pula disebabkan oleh:

  • Inflamasi perikardium yang sebagai akibat dari operasi jantung
  • Gangguan  autoimun seperti artritis reumatoid, dan lupus
  • Metastasis dari kanker
  • Kemoterapi pasien kanker seperti doxorubisin dan siklofosfamid
  • Uremia
  • Infeksi virus, bakteri, maupun parasit
  • Hipotiroidisme
  • Obat-obatan seperti hidralazin pada pengobatan hipertensi, isoniazid pada pengobatan tuberkulosis, dan fenitoin pada pengobatan epilepsi.

TERAPI

Pada pasien yang asimptomatik, efusi perikardium tidak memerlukan pengobatan maupun terapi intervensi. Pasien kategori ini hanya membutuhkan pemeriksaan ekokardiogram berulang. Apabila pasien setelah di ekokardiografi menunjukkan efusi perikardium yang cukup parah maka dapat dilakukan perikardiosentesis. 

REFERENSI

  1. M. Imazio dan Y. Adler. Management of pericardial effusion. European Heart Journal (2013) 34, 1186–1197.
  2. Jordi S et al. Management of pericardial effusion. Journal of Heart; 2001; 86; p: 235-240
  3. Jaume et al. Diagnosis and management of pericardial effusion. World J Cardiol; 2011; 3(5); p: 135-143.
  4. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pericardial-effusion/symptoms-causes/syc-20353720